RAWAMERTA, TVBERITA.CO.ID- Sebagai bentuk kekecewaan dan penolakan atas pemungutan dana pembangunan yang dilakukan Sekolah Dasar Negri (SDN) Kutawargi 1.
Kurang lebih 150 orangtua siswa Desa Kutawargi membubuhkan tanda tangan atas aksi penolakan tersebut. Pasalnya, pungutan Rp 150 ribu yang di bebankan pihak sekolah terhadap orangtua siswa di nilai terlalu besar.
Sebelumnya, sebagai keterwakilan orangtua siswa, Kasi Trantib Desa Kutawargi sekaligus orangtua siswa, Deni Kusnaedi telah menyambangi pihak sekolah agar pungutan tersebut segera di tiadakan. Namun tetap tak di gubris oleh pihak sekolah, sehingga menyulut amarah para orangtua siswa.
“Sebagai wali murid juga, saya sudah katakan kepada Kepsek sebelumnya. Agar pungutan tersebut tidak dilakukan, tapi seolah gak di dengar,” ucapnya.
Sebagai bentuk kekecewaan terhadap pihak sekolah, lanjut Deni, istrinya sempat mengupload ketidaksetujuan pihak orangtua siswa melalui medsos.
Bukannya menerima dengan lapang dada, ketika istrinya menyambangi pihak sekolah, justru istrinya tersebut malah kena damprat dengan nada tinggi oleh pihak sekolah.
“Padahal istri saya mengupload juga tanpa di sertani nama sekolah dan mewakili orangtua siswa. Ada ko rekamannya juha pas istri saya di marahi,” ketusnya.
Sementara, Kepala SDN Kutawargi 1, Hj Laelatussa’adah saat di konfirmasi via seluler mengaku, uang pungutan tersebut untuk membangun gudang karena sebentat lagi akan di lakuukan akreditasi.
“Kanggo membangun gudang sakedap deui Akreditasi, teras bangku siswa dan guru, torn penampungn air, membuat pagar mini di depan, ngeramik depan kelas dan depan perpus,” pungkasnya.(yay/ris)








