Beranda Headline Pasca Banjir, Warga Karangligar Alami Lonjakan Darah Tinggi Hingga Gangguan Psikis

Pasca Banjir, Warga Karangligar Alami Lonjakan Darah Tinggi Hingga Gangguan Psikis

Gangguan psikis
Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis RSUD Jatisari Kabupaten Karawang (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Sejumlah warga Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang mulai mengeluhkan batuk, darah tinggi, dan gangguan psikis setelah banjir surut. Lingkungan yang belum sepenuhnya pulih serta trauma akibat bencana diduga menjadi penyebab utama gangguan tersebut.

“Dari pengamatan awal, banyak warga yang mengalami gangguan fisik maupun psikis. Untuk penyakit fisik yang dominan yakni darah tinggi, batuk, diare, dan gatal-gatal. Sementara secara psikis, keluhan paling umum berupa kelelahan dan stres,” ungkap Kepala Instalasi Gawat Darurat RSUD Jatisari Kabupaten Karawang, Ai Lisnawati.

Baca juga: RSUD Jatisari Gelar Bakti Sosial untuk Warga Terdampak Banjir di Karangligar

Gangguan psikis
Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis RSUD Jatisari Kabupaten Karawang (Foto: Istimewa)

Hasil pemeriksaan tim medis RSUD Jatisari menunjukkan bahwa sejumlah warga yang sebelumnya tidak memiliki riwayat tekanan darah tinggi mengalami lonjakan mendadak, yang dipicu oleh kelelahan, kurang istirahat, serta beban pikiran pascabanjir.

“Darah tinggi ini muncul karena tekanan mental dan kondisi fisik yang menurun. Ada yang tekanan darahnya sampai 200 mmHg. Ini cukup serius dan perlu pemantauan berkala karena bisa berdampak pada jantung, ginjal, bahkan berisiko stroke,” tambahnya.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis RSUD Jatisari ini juga mendapatkan sambutan positif dari warga. Keluhan seperti batuk, pilek, dan gatal-gatal langsung ditangani secara cepat oleh tim medis.

Baca juga: Cegah TPPO Sedini Mungkin, Imigrasi Karawang Bina 5 Desa Langganan PMI

“Warga sangat senang dengan pelayanan yang kami berikan. Dari kegiatan ini, saya pribadi merasa bahagia dan mendapatkan pengalaman berharga. Semoga menjadi amal baik bagi rumah sakit ke depannya,” pungkas Ai Lisnawati. (*)