
PURWAKARTA – Pemerintah Kabupaten Purwakarta terus memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana alam melalui penguatan koordinasi lintas sektor. Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, mengikuti Sosialisasi Mitigasi Bencana Alam yang diselenggarakan oleh Korem 063/Sunan Gunung Jati secara virtual, Kamis (8/1/2026).
Kegiatan mitigasi bencana tersebut dilaksanakan melalui video conference dan diikuti dari Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Purwakarta. Turut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), unsur TNI dan Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta perwakilan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah setempat.
Baca juga: Ogan Lopian Catat 1.122 Laporan Masyarakat, Pemkab Purwakarta Tuntaskan 99,4 Persen
Sosialisasi mitigasi bencana ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran seluruh pemangku kepentingan terhadap potensi risiko bencana di wilayah masing-masing. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pembekalan mengenai langkah-langkah mitigasi bencana, kesiapsiagaan, serta mekanisme penanganan yang tepat dalam menghadapi situasi darurat bencana alam.
Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana. Menurutnya, kesiapsiagaan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, hingga partisipasi aktif masyarakat.
“Melalui kegiatan sosialisasi mitigasi bencana ini, kami berharap koordinasi dan kesiapan seluruh unsur semakin solid. Dengan begitu, ketika terjadi bencana, penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi demi keselamatan masyarakat,” ujar Abang Ijo Hapidin.
Baca juga: Bupati Purwakarta Terbitkan Surat Edaran Transparansi APBD dan APBDes 2026
Pemerintah Kabupaten Purwakarta berkomitmen untuk terus mendukung program peningkatan kapasitas mitigasi bencana sebagai bagian dari upaya perlindungan masyarakat dan penguatan ketahanan daerah. Upaya ini diharapkan mampu meminimalkan dampak bencana alam serta meningkatkan kesiapan daerah dalam menghadapi berbagai potensi risiko ke depan. (*)








