Beranda Headline Tanggul di Desa Margakaya Karawang Jebol, Satu Dusun Terendam Banjir

Tanggul di Desa Margakaya Karawang Jebol, Satu Dusun Terendam Banjir

Tanggul di karawang jebol
Tanggul Irigasi Tarum Barat (Kalimalang) di Desa Margakaya, Kampung Badami, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang jebol pada Jumat, 16 Januari 2026 pagi.

KARAWANG – Tanggul Irigasi Tarum Barat (Kalimalang) di Desa Margakaya, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang jebol pada Jumat, 16 Januari 2026 pagi. Akibatnya, satu dusun di desa tersebut terdampak banjir setinggi 30-70 centimeter.

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh meninjau langsung ke lokasi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) hingga Dinas Sosial (Dinsos).

Aep menjelaskan, tanggul tersebut jebol sekitar pukul 06.00 WIB. Mulanya keretakan hanya sebesar 2 meter, kemudian bertambah menjadi 6 meter. “Penyebabnya karena tanggul tersebut usianya sudah tua,” ujarnya

Baca juga: Kasus HIV di Karawang Capai 4.581 Orang, Paling Banyak Sasar Usia 25-49 Tahun

Dia menyebutkan, jebolnya tanggul tersebut berdampak pada 400 Kepala Keluarga (KK) dan area pesawahan yang masih dihitung berapa luas yang terkena banjir.

Langkah sementara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang membuatkan tanggul sementara menggunakan bronjong demi meminimalisir luapan air ke pemukiman warga.

Minta BBWS bergerak cepat
Tanggul jebol di karawang
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh saat meninjau langsung tanggul Kalimalang yang jebol di Desa Margakaya, Kecamatan Telukjambe Barat.

Secara tegas, Aep juga meminta kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk segera memperbaiki tanggul rusak tersebut secara permanen.

Baca juga: Dana Desa 2026 Turun Drastis, Kades di Karawang Pasrah: Mau Gimana Lagi..

“Penanggulangan sementara, saya sudah telpon BBWS untuk mengecilkan debit air. Target sementara yang penting tertanggulangi dulu, nanti selebihnya BBWS,” terang Bupati.

“Saya harap, ini sudah menjadi kewajiban BBWS, jadi belajarlah. Ini kan tanggul sudah lama, jadi tolong dicek, jangan sampe ada jebol lagi kedepannya,” tegas Aep.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Karawang, Tri Winarno menjelaskan bahwa di titik tanggul jebol tersebut terdapat sipon yang dipakai untuk lalu lintas air, terutama untuk mengairi sawah.

Karena adanya keretakan hingga jebol, aliran air irigasi masuk ke sipon yang jalurnya terhubung ke pemukiman warga.

“Ada sipon, ini kan dipake jalur lalu lintas, ada juga peningkatan struktur di atas tanggul. Karena udah tua, akhirnya jebol. Awalnya sudah ada kelihatan retak sih sebenarnya,” tambahnya.

Baca juga: Ada Perbaikan Sistem, Layanan Uji KIR di Karawang Ditutup Sementara

Pihaknya menyebut, pekerjaan perbaikan kemungkinan memakan waktu. Sementara akan dilakukan penanggulangan dengan pekerjaan sekitar 3-5 hari.

Sementara itu, salah satu warga setempat Niha mengaku baru kali ini mengalami kejadian tersebut. Ia sendiri tidak melihat langsung awal mula kejadian, saat ia keluar rumah sudah ramai karena tanggul jebol.

“Saya kurang tau jam berapa awalnya, tau-tau udah rame. Ini pertama kali, baru kali ini juga wilayah Badami banjir,” katanya. (*)