
KARAWANG – Tanggul Irigasi Tarum Barat (Kalimalang) yang jebol pada Jumat, (16/1) kini mulai diperbaiki. Air bendungan yang masuk ke wilayah pemukiman warga pun terpantau sudah surut.
Perbaikan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) II Imam Santoso, Direktur Sungai dan Pantai Kementrian PU Maksal Saputra, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Deon dan Manajer Wilayah I PJT II Udien Yulianto.
“Peristiwa kemaren, jebolnya tanggul ini sudah kita tangani dalam waktu 24 jam. Sementara bisa mengurangi air yang menggenang di kawasan, bisa berkurang,” ujar Imam Santoso selaku Direktur Utama PJT II saat diwawancarai di lokasi pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Baca juga: Tanggul di Desa Margakaya Karawang Jebol, Satu Dusun Terendam Banjir
Imam menjelaskan, pihaknya saat ini berkolaborasi dan menargetkan perbaikan bendungan yang terletak di Desa Margakaya, Kampung Badami, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang tersebut dalam waktu 3 hari.
“Targetnya dalam waktu 3 hari akan selesai dan bisa berfungsi kembali,” katanya.
Pastikan Pasokan Air ke Jakarta Aman

Sejak peristiwa jebolnya bendungan, lanjut Imam, pihak BBWS telah menurunkan debit air agar bendungan bisa diperbaiki. Kendati demikian, ia memastikan bahwa pasokan air ke Jakarta dan ke wilayah-wilayah industri tetap aman.
“Pasokan air ke jakarta tetap aman, normal kapasitasnya, wilayah industri dan sekitarnya juga aman. Karena ada pasokan air dari Cibeet dan Bendungan Cikarang, kita upayakan bagian hilir ini mensuplai air ke Jakarta,” jelasnya.
Baca juga: Banjir di Karawang Akibat Tanggul Tua Jebol, Bupati Aep Desak BBWS Citarum Evaluasi Total
“Dari sini mestinya 50 kibik/detik saat ini sedang dialihkan menjadi 24 kibik/detik. Sisanya kita alirkan dari Cibeet dan Bendungan Cikarang,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Sungai dan Pantai Kementerian PU, Maksal Saputra menyampaikan bahwa pihaknya juga menyiagakan mobil PAM di lokasi sebagai antisipasi, apabila terjadi genangan kembali.
“Temen-temen dari BBWS juga menyiapkan sheet pile, PJT II menyediakan alat berat dan tenaga, kami bersama-sama,” tambahnya.
Ia menerangkan bahwa penanganan permanen, akan dilakukan oleh BBWS Citarum. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan monitoring secara menyeluruh, dan mengecek tanggul-tanggul yang sudah kritis.
Baca juga: Mobil Pikap Oleng lalu Nyebur ke Irigasi di Karawang, Pengemudi Tewas
“Jadi kami bersama-sama, inspeksi saluran setiap saat, mana yang perlu diperbaiki. Karena memang tanggul ini sudah lama dari tahun 1967,” tandasnya.
Berdasarkan pantauan, di lokasi terdapat 3 alat berat yang sedang dioperasikan. Kemudian salah satu dusun yang terdampak, kini sudah tidak tergenang dan pihak berwenang memastikan akan segera memperbaikinya secara permanen.
Salah satu warga terdampak, Nano mengatakan, air sudah surut sekitar pukul 17.00 WIB pada hari Jum’at, (16/1). “Jam 5 jam 6 itu udah surut, alhamdulilah udah gak apa-apa,” ungkapnya. (*)













