Beranda Headline Banjir di Karawang Landa 12 Kecamatan, Rendam 3.163 Rumah

Banjir di Karawang Landa 12 Kecamatan, Rendam 3.163 Rumah

Banjir landa 12 kecamatan karawang
Bencana banjir melanda sejumlah wilayah Karawang, Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, sebanyak 12 kecamatan di Karawang terendam banjir.

KARAWANG – Bencana banjir melanda sejumlah wilayah Karawang, Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, sebanyak 12 kecamatan di Karawang terendam banjir.

“Per hari ini pukul 08.00 WIB, jumlah kecamatan yang terdampak banjir tercatat sebanyak 26 desa dari 12 kecamatan,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang, Ferry Muharam kepada tvberita, Senin (19/1).

Dia bilang banjir terjadi karena beragam faktor, di antaranya karena tingginya curah hujan, luapan air sungai Citarum dan Cibeet hingga luapan banjir rob.

Baca juga: Mobil Pikap Oleng lalu Nyebur ke Irigasi di Karawang, Pengemudi Tewas

Ferry merinci, jumlah korban dan kerusakan yang terdampak yakni sebanyak 13.304 orang dewasa, balita 374 orang dan bayi 86 orang. “Total ada 4.304 keluarga dengan 2.413 mengungsi dan 3.163 rumah terendam banjir,” paparnya.

Banjir di 12 kecamatan karawang
Bencana banjir melanda sejumlah wilayah Karawang, Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, sebanyak 12 kecamatan di Karawang terendam banjir.

Adapun kecamatan yang terdampak antara lain:

  • Karawang Timur
  • Telukjambe Timur
  • Pangkalan
  • Telukjambe Barat
  • Karawang Barat
  • Jayakerta
  • Cilebar
  • Rawamerta
  • Rengasdengklok
  • Lemahabang
  • Cilamaya Wetan
  • Klari

Ketinggian muka air atau TMA banjir yang melanda 12 kecamatan tersebut bervariatif, berkisar 10 – 200 sentimeter. Adapun kondisi paling parah terjadi di Desa Karangligar dengan ketinggian air mencapai 200 sentimeter.

Petugas BPBD, kata dia, telah bersiaga 24 jam untuk mengevakuasi para korban serta melakukan distribusi logistik untuk warga terdampak.

Baca juga: Gerak-geriknya Mencurigakan, Pria di Karawang Kepergok Warga saat Ambil Sabu

“Pendistribusian logistik dengan kebutuhan mendesak berupa makanan minuman, selimut dan terpal terus berlangsung,” jelasnya.

Salah seorang warga Desa Tegal Luhur, Kecamatan Telukjambe Timur, Sudarja, mengungkap banjir di wilayahnya saat ini merupakan yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.

“Kalau banjir sih sering, tapi enggak sebesar ini. Ini baru dua kali kejadian parah,” ujarnya.

Menurutnya, buruknya penataan saluran air menjadi faktor utama penyebab banjir. “Pembuangan airnya enggak tertata rapi. tapi airnya tinggi semua, apalagi air dari sawah. Salurannya enggak bisa menampung,” jelasnya Sudarja. (*)