
KARAWANG – Banjir kembali melanda wilayah Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang. Pada Selasa (20/1), genangan air di Kampung Kampek dilaporkan masih mencapai sekitar 250 sentimeter, terutama di area rumah panggung milik warga.
Meski air terpantau surut sekitar 10 sentimeter dibandingkan hari sebelumnya, kondisi tersebut belum membuat warga merasa aman.
Kokom, salah seorang warga pemilik rumah panggung proyek Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi atau KDM, mengungkapkan bahwa pada hari sebelumnya air sempat naik hingga setengah meter ke dalam rumah. Situasi ini memaksa warga mengungsi dan meninggalkan sebagian besar barang berharga mereka demi keselamatan.
Baca juga: Melihat Proyek Rumah Panggung KDM yang Terendam Banjir di Karawang
Saat ini, tercatat baru sekitar 24 kepala keluarga (KK) yang menerima bantuan rumah panggung. Seluruh warga penerima bantuan tersebut terpaksa mengungsi dan berkumpul di satu titik pengungsian karena kondisi rumah masih terendam banjir.
Menurut Kokom, warga tetap bersyukur atas adanya bantuan rumah panggung karena masih dapat digunakan untuk menyimpan sebagian perabot dan pakaian. Namun, ia menegaskan bahwa banjir tetap membawa dampak kerugian yang besar bagi masyarakat.
Baca juga: Wapres Gibran Cek Banjir Karawang, Mau Kirim Logistik Sampai WC Portable
Ia menyebutkan, sejumlah barang elektronik tidak dapat diselamatkan akibat cepatnya kenaikan air. Peralatan seperti kulkas, mesin cuci, dan televisi mengalami kerusakan karena terendam banjir.
“Air mulai naik sekitar pukul 17.00 WIB, sementara warga sudah dievakuasi sejak pukul 12.00 WIB. Tapi arus air yang deras membuat barang-barang tetap terendam meskipun sudah dipindahkan ke rumah panggung,” ujar Kokom.

Hingga saat ini, warga belum berani kembali ke rumah masing-masing karena khawatir genangan air akan bertahan lama. Berdasarkan perkiraan warga, banjir bisa berlangsung lebih dari satu pekan, mengingat penurunan air hanya sekitar setengah meter dibandingkan hari sebelumnya.
Ba,ca juga: Wabup Karawang Tagih Janji Wapres Gibran soal Kirim Bantuan ke Warga Kebanjiran
Warga Karangligar, khususnya RT 005 RW 002 Kampung Kampek, mendesak pemerintah agar segera melakukan normalisasi sungai. Normalisasi dinilai sangat mendesak, terutama di wilayah Kedungurang yang menjadi titik pertemuan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet.
“Jika normalisasi belum dilakukan, banjir di wilayah Kampek bisa bertahan hingga lebih dari satu bulan. Air sulit mengalir karena tertahan dan mengendap di kawasan ini,” kata Kokom.
Selain menuntut solusi jangka panjang, warga juga menyampaikan kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian. Meski bantuan makanan sudah tersedia, mereka masih kekurangan selimut, air bersih, dan logistik lainnya, terutama untuk memenuhi kebutuhan anak-anak jika harus mengungsi dalam waktu lama. (*)








