Beranda Headline Banjir Rendam Ruas Jalan Karawang, Warga Sebut Terparah Sejak 2022

Banjir Rendam Ruas Jalan Karawang, Warga Sebut Terparah Sejak 2022

Banjir di jalan husni hamid karawang
Jalan Husni Hamid yang berada di kawasan perkotaan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terendam banjir setelah diguyur hujan deras.

KARAWANG – Ruas Jalan Husni Hamid yang berada di kawasan perkotaan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terendam banjir setelah diguyur hujan deras sejak Kamis dini hari, 22 Januari 2026.

Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan air terlihat membentang cukup panjang, mulai dari depan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Karawang hingga kawasan GOR Panatayuda.

Baca juga: Banjir Rendam 1.928 Hektare Sawah, Bulog Karawang Serap Gabah Petani Rp 6.500 per Kg

Panjang genangan diperkirakan mencapai sekitar satu kilometer dengan ketinggian air rata-rata mencapai kurang lebih 40 sentimeter.

Banjir di jalan husni hamid karawang
Jalan Husni Hamid yang berada di kawasan perkotaan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terendam banjir setelah diguyur hujan deras.

Akibat banjir tersebut, arus lalu lintas di Jalan Husni Hamid terganggu. Sejumlah kendaraan, khususnya sepeda motor, dilaporkan mogok saat melintas genangan air sehingga pengendara terpaksa mendorong kendaraannya.

Kondisi ini membuat laju kendaraan tersendat dan menimbulkan antrean panjang di beberapa titik.

Baca juga: Bupati Karawang Ajak OPD dan Perusahaan Kompak Tangani Banjir: Semua Harus Sat-set

Endang, salah satu warga setempat, mengatakan hujan mulai turun sejak subuh dan genangan air mulai terlihat menguasai badan jalan sekitar pukul 13.00 WIB. Menurutnya, banjir kali ini tergolong parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Ini terparah. Terakhir banjir sampai muncul ke permukaan jalan seperti ini itu sekitar tahun 2022, seingat saya,” ungkap Endang kepada tvberita.

Hingga sore hari, genangan air masih belum sepenuhnya surut. Warga berharap ada penanganan serius dari pihak terkait, terutama perbaikan sistem drainase, agar banjir serupa tidak terus berulang setiap kali hujan deras melanda wilayah perkotaan Karawang. (*)