KARAWANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang hingga Jumat (23/1) masih terus memantau perkembangan banjir di sejumlah wilayah dan belum menetapkan kebijakan meliburkan sekolah.
Kepala Disdikbud Karawang, Wawan Setiawan, menyebut pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah terdampak saat ini bersifat fakultatif, bergantung pada kondisi dan pertimbangan masing-masing kepala sekolah.
“Laporan tadi pagi, kami masih memantau terus kondisi banjir dan belum menyatakan “diliburkan” tapi masih fakultatif. Tergantung pertimbangan kepala sekolah nya masing-masing,” ungkap Wawan, Jumat (23/1).
Baca juga: Mondar-mandir di Perumahan CKM, Pria di Karawang Kepergok Bawa 20 Paket Sabu
Disdikbud Karawang mencatat sedikitnya tiga sekolah terdampak banjir hingga mengganggu KBM, yakni SMP Negeri 1 Telukjambe Barat, SDN Karangligar 1, dan SDN Karangligar 2 di Kecamatan Telukjambe Barat.
Dia menjelaskan, sekolah yang masuk dalam data terdampak adalah sekolah dengan ketinggian banjir di atas 30 sentimeter, terjadi selama tiga hari berturut-turut dan tidak surut, serta air masuk ke ruang kelas.
“Yang kami data dan laporkan adalah banjir yang benar-benar mengganggu KBM. Jika hanya halaman sekolah yang tergenang dan tidak berdampak langsung ke pembelajaran, itu tidak kami masukkan,” ujar Wawan.









