
KARAWANG – Sebanyak seribu korban banjir dari tiga kampung di Karawang, Jawa Barat mengungsi di posko pengungsian Resinda sejak Minggu (18/1).
Pantauan di pengungsian sekitar pukul 09.30 WIB, warga mengungsi di kawasan pertokoan eks showroom di Resinda Karawang.
Warga tidur beralasan tikar maupun kasur lipat yang diberikan pemerintah. Para pengungsi ini merupakan warga Kampung Bugel Desa Purwadana serta Kampung Pasir Jengkol dan Kampung Tegal Luhur Desa Sukamakmur.
Baca juga: Citarum Berstatus Awas, Bupati Karawang Bergerak Tengah Malam Pastikan Keselamatan Warga
Dalam bangunan, aktivitas warga masih terlihat ada yang tidur, tengah makan, hingga pula saling bercengkrama satu sama lain.
Ada pula warga yang tengah diperiksa kondisi kesehatannya oleh petugas dari rumah sakit maupun Puskemas.
Selama sepekan terakhir mengungsi, warga, khususnya anak-anak diketahui mulai mengalami sakit-sakitan dan membutuhkan selimut karena kerap mengeluh kedinginan.
“Ada (sakit) mungkin saya kurang tidur jadi agak pusing, terus anak-anak panas sedikit karena kedinginan,” ungkap salah seorang pengungsi warga, Janem (48).
Janem merupakan warga Kampung Pasirjengkol RT01 RW01 Desa Sukamakmur. Dia mengungsi bersama sembilan anggota keluarga lainnya.
Meski begitu, Janem cukup bersyukur lantaran untuk kebutuhan makanan dan layanan kesehatan sudah tercukupi.

“Alhamdulillah sudah (makan) ada banyak cukup, kesehatan juga ada, Puskesmas juga ada dari rumah sakit,” katanya.
Namun demikian, ia pun berharap ada beberapa logistik tambahan berupa kasur, selimut, kayu putih maupun pempers bayi. Mengingat anak-anak kerap kedinginan hingga menimbulkan demam.
“Ya itu karena selimut engga ada, kalau pagi badannya panas pada kedinginan,” jelas Janem.
Nuni, pengungsi lainnya juga merasakan hal serupa. Anaknya alami demam selama dua hari.
Baca juga: Bupati Karawang Ajak OPD dan Perusahaan Kompak Tangani Banjir: Semua Harus Sat-set
“Iya anak sakit panas, tadi dikasih Byebye Fever tempel jidat sama sudah dikasih diperiksa dikasih obat juga,” katanya.
Ia mengungkapkan, selama Januari 2026 rumahnya sudah tiga kali terdampak banjir. Dan banjir terparah terjadi pada hari ini Minggu (25/1/2026) ketinggian banjir mencapai 3 meter.
“Kalau rumah saya 1,5 meter, hari ini udah tiga kali. Ya luapan Kali Cibeet sama Citarum, mudah-mudahan aja cepat surut,” imbuhnya.

Kepala Desa Sukamakmur, Dede Sudrajat mengatakan, sebanyak 106 Kepala Keluarga (KK) dengan 400 jiwa warganya yang terpaksa mengungsi imbas rumahnya dilanda banjir sejak minggu lalu.
Ketingiaan air bervariasi mulai 40 sentimeter hingga 3 meter.
“Seminggu sudah warga mengungsi, dua hari lalu sempat surut. Sekarang tinggi lagi, ya 40 sentimeter sampai paling tinggi 3 meter,” kata Dede saat diwawancarai di lokasi pengungsian.
Baca juga: Saan Mustopa Tinjau Posko Banjir di Karawang, Pastikan Seribu Pengungsi Dapat Kebutuhan Layak
Menurutnya, di lokasi pengungsian Resinda ini ada tiga kampung dari dua desa. Jumlahnya mencapai 1.000 jiwa yang sudah mengungsi selama satu pekan.
“Di desa saya ada 400 jiwa, kalau desa Purwadana engga tahu ya, tapi total ada 1.000 jiwa,” kata Dede.
Dede menyebut, sejumlah kebutuhan logistik maupun kesehatan warga sudah dipenuhi bantuan dari pemerintah desa, Kabupaten Karawang maupun swasta.
Ia berharap adanya solusi jangka panjang dalam penanganan banjir di wilayanya. “Tahun parah, ya mudah-mudahan ada upaya penanganan banjir,” katanya. (*)








