KARAWANG – Kondisi banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat berangsur surut. Dari sebelumnya melanda 26 desa dan kelurahan di 10 kecamatan, kini genangan air tersisa di 9 desa.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, Asep Aang Rahmatullah, berdasarkan laporan resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang.
Asep Aang menjelaskan, data BPBD menunjukkan sebagian besar wilayah terdampak banjir telah surut, meski masih terdapat sejumlah desa yang hingga kini belum sepenuhnya terbebas dari genangan.
Baca juga: Bukan Relokasi, Ini Skema Utama Pemkab Karawang dan BBWS Citarum Tangani Banjir Karangligar
“Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Karawang, kondisi banjir saat ini sudah menunjukkan tren penurunan. Dari 26 desa dan kelurahan yang sebelumnya terdampak, saat ini tersisa 9 desa yang masih tergenang,” ujar Asep Aang Rahmatullah pada Senin, 26 Januari 2026.
Menurutnya, desa-desa yang masih terdampak berada di Kecamatan Karawang Barat, Rengasdengklok, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, dan Tirtajaya, dengan ketinggian muka air bervariasi antara 10 hingga 230 sentimeter.
Wilayah dengan dampak paling luas masih terjadi di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat. Data BPBD mencatat sebanyak 237 rumah terdampak, dengan 281 kepala keluarga dan 823 jiwa terdampak banjir. Ketinggian air di desa tersebut dilaporkan mencapai hingga 230 sentimeter di beberapa titik.
Selain Karangligar, banjir juga masih merendam Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur, dengan 104 rumah terdampak dan 628 jiwa, termasuk kelompok rentan seperti balita dan lansia.
Sementara di Desa Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, sebanyak 68 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi pengungsian di Gempol Tanggul Nusa. Pengungsian juga tercatat berada di sejumlah titik lain, seperti Dusun Kampek dan kontrakan warga di wilayah Telukjambe Timur, dengan jumlah pengungsi mencapai ratusan orang.














