Beranda Headline Jalan Raya Kosambi Terendam Banjir, Warga Keluhkan Gorong-gorong Sempit

Jalan Raya Kosambi Terendam Banjir, Warga Keluhkan Gorong-gorong Sempit

Jalan raya kosambi banjir
Usai hujan deras semalaman, Jalan Raya Kosambi, Desa Klari, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang terendam banjir hingga menyebabkan macet panjang.

KARAWANG – Usai hujan deras semalaman, Jalan Raya Kosambi, Desa Klari, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang terendam banjir hingga menyebabkan macet panjang sekitar 6 kilo lebih pada Rabu, 28 Januari 2026.

Warga setempat sekaligus juru parkir di depan Pom Klari, Rio mengatakan bahwa air mulai menggenangi jalan tersebut sejak pagi. Kurang lebih genangan airnya mencapai 30 – 45 cm.

“Macetnya panjang karena banjirnya sekarang lumayan,” ujarnya.

Baca juga: Mengintip Progres Revitalisasi Taman Ade Irma yang Disiapkan Jadi RTH Ikonik Karawang

Warga lainnya, Dede menambahkan bahwa ini bukan banjir terparah di lokasi tersebut, namun cukup menghambat aktivitas kendaraan. Seingat dia, banjir terparah di jalanan tersebut terjadi pada tahun 2018, karena genangan air melebihi trotoar dan berada di kedua ruas jalan.

Jalan raya kosambi banjir
Usai hujan deras semalaman, Jalan Raya Kosambi, Desa Klari, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang terendam banjir hingga menyebabkan macet panjang.

“Kalau sekarang cuman di satu ruas jalan aja. Kalau tahun 2018 itu di dua-duanya banjir, trotoar juga itu kelelep air,” tambahnya.

Selain jalan, air tersebut juga menggenang pemukiman warga, yakni salah satu dusun di Desa Duren, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang.

Di dusun tersebut, kurang lebih genangan air mencapai 50 cm bahkan beberapa lembaga pendidikan turut terdampak.

Kusno, salah satu warga di dusun tersebut menyebutkan bahwa banjir sudah mulai masuk ke rumahnya sejak malam bersamaan dengan derasnya hujan.

Baca juga: Banjir Mulai Surut, Tagana Karawang Tetap Salurkan Ratusan Makanan per Hari

“Airnya makin kesini makin tinggi, tahun sebelumnya gak begitu parah, gak masuk ke dalem rumah. Sekarang udah masuk ke rumah,” katanya.

Menurut Kusno, banjir tersebut diakibatkan oleh saluran air atau gorong-gorong yang sempit, sehingga tak mampu menampung air banyak ketika intensitas hujan tinggi.

“Penyebabnya salurannya kurang gede, terus ada perumahan juga di sana jadi kesini semua airnya,” ungkapnya.

“Harapan saya mah gorong-gorong digedein, karena kalau enggak setiap hujan akan tetep begini,” tutupnya. (*)