Beranda Advertorial Pemkab Purwakarta Dorong Pegiat Olahraga Serius Gali Potensi

Pemkab Purwakarta Dorong Pegiat Olahraga Serius Gali Potensi

PURWAKARTA – Kalangan pegiat olahraga di Desa Cilingga, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta mendapatkan pembinaan managemen organisasi olahraga dari Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Pemkab Purwakarta, Kamis (17/2).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kabag Kesra Setda Pemkab Purwakarta, perwakilan dari KONI Purwakarta, perwakilan dari Organisasi olahraga silat IPSI Purwakarta, Kepala Desa Cilingga beserta aparat desa dan pegiat olahraga di wilayah Desa Cilingga.

Ade Tirta Kamandanu, perwakilan dari KONI Kabupaten Purwakarta yang hadir sebagai pembicara mengatakan, pembinaan kepada penggiat olahraga di Kabupaten Purwakarta merupakan hal penting dalam me-manage sumber daya dan mengukur potensi.

“Kegiatan berolahraga itu kan sebuah hal yang dilakukan dengan berbagai tujuan,” jelas Ade Tirta Kamandanu, Kamis (17/2).

“Ada yang hanya meningkatkan kebugaran jasmani, mencari hiburan, meningkatkan kebugaran jasmani, meningkatkan kesehatan, memperbaiki status sosial bahkan untuk mendapatkan prestasi,”ujarnya.

Maka menurutnya, olahraga itu bukan hanya sekedar menjaga kebugaran saja, ada hal lain yang bisa dijadikan tujuan, salah satunya menjadi atlet olahraga dan mengejar prestasi.

“Namun hal itu tidak bisa dilakukan begitu saja, terlebih dimasa Pandemi seperti sekarang ini, seluruh kegiatan terganggu, tetapi ada sisi lainnya dari manfaat berolahraga, salah satunya menjaga kebugaran tubuh, bahkan belakangan kegiatan berolahraga dilakukan banyak orang, bukan hanya dari penggiat olahraga saja, tujuannya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh,” paparnya.

Ia mengingatkan, selain menjaga kebugaran, pegiat olahraga juga harus memiliki tujuan prestasi, bukan hanya menjadi penggiat olahraga saja, menuju kearah tersebut maka penggiat olahraga harus memiliki fisik, teknik, taktik dan mental.

“Pegiat olahraga dominan hanya berpikir bahwa olahraga hanya menjadi hobby, terutama di daerah terpencil, dan tidak berpikir untuk mencapai prestasi, dan tidak menyalurkan bakat dan potensinya untuk bisa memposisikan di cabang olahraga misalnya,” ujarnya.

Baca Juga :   Anggota DPRD Karawang Dapil 3 Gelar Reses di Kecamatan Tirtajaya

Ia menginginkan, potensi atau bakat dalam berolahraga seharusnya disalurkan, terutama kalangan muda yang memiliki bakat dalam berolahraga, namun sering sekali potensi tersebut tidak diperhatikan sehingga para penggiat olahraga bingung harus menyalurkan bakatnya ke mana, sehingga tujuan menjadi atlet pun pudar dengan sendirinya.

“Ada wadah organisasi olahraga seperti KONI dengan membawahi cabang olahraga, dan akan menampung potensi penggiat olahraga, dan akan dibina untuk disalurkan potensinya sesuai bidang olahraga yang dikuasainya,”tegasnya.

“Salurkan potensi diri, jangan hanya olahraga itu dilakukan untuk sekedar menjaga kesehatan, kebugaran dan hobby, salurkan bakat dan potensi yang ada dalam berolahraga, sehingga bisa menjadi potensi yang bermanfaat untuk diri sendiri dan bangsa,” pungkasnya.

Sementara Sekda Kabupaten Purwakarta Iyus Permana melalui Kabag Kesra Setda Kabupaten Purwakarta A.M Sundari mengatakan peningkatan sumber daya manusia sangat penting dalam berbagai bidang.

“Salah satunya olahraga, bagaimana caranya kita bisa menggali potensi dan bakat penggiat olahraga ini untuk menjadi atlit dengan kemampuannya dalam berolahraga dan menguasai cabang olahraga tersebut,” jelas Kabag Kesra Setda Purwakarta A.M Sundari.

Pemkab, kata dia, mengajak penggiat olahraga ini untuk bisa menggali potensi dan memposisikan dirinya sesuai bakatnya untuk menjadi atlet berprestasi.

“Tidak gampang, apalagi di masa pandemi belakangan ini, namun bukan berarti tidak bisa menyalurkan bakat dengan potensi yang ada, Pemkab dan KONI membuka diri untuk para pegiat olahraga untuk bisa mencapai prestasi dalam berolahraga,” pungkasnya. (trg/kii)

Artikel sebelumnyaDukung Program Vaksinasi, RSKP Karawang Buka Vaksinasi Lansia
Artikel selanjutnyaBikin Dosen Melongo, Mahasiswa Unsika Ini Garap Skripsi soal Ritual Pesugihan di Pantura Jawa