Beranda Berita Baik Panggilan untuk Menulis di Kolom Berita Baik dan Kapsul Waktu

Panggilan untuk Menulis di Kolom Berita Baik dan Kapsul Waktu

Bagaimana jika setelah pandemi ini usai kamu tiada? Atau kamu masih hidup, tapi separuh teman nongkrongmu absen karena sudah tiada? Atau, kita semua masih hidup sampai 2021 nanti, dan masa-masa pandemi ini menjadikan kota kami Karawang dan Purwakarta jadi jauh lebih menggila?

Pertanyaan-pertanyaan itu bahkan tidak bisa kamu nyatakan pada orang-orang yang kamu kasihi. Sebab orang-orang mungkin punya pertanyaan yang sama. Atau yang lebih bagus, orang sudah melompati pertanyaan itu dan berdamai dengannya.

Kita sudah lihat dampak ekonomi dan psikologi yang sudah terasa dalam sebulan ini. Orang-orang di-PHK ramai-ramai, toko-toko mesti tutup, pesanan dibatalkan, arus kas macet, dan banyak orang jatuh dalam kecemasan.

Beberapa bisa memutar otak dan bersiasat. Beberapa tak bisa apa-apa lagi. Memutar otak adalah keterampilan yang tidak dimiliki semua orang. Menurut kamu bagaimana mungkin ada orang meninggal dunia karena kelaparan di zaman ini? Di dunia yang serba kelebihan apapun begini.

Tak ada yang lolos dari horor pandemi. Hanya waktulah yang mengabsen siapa-siapa yang rontok duluan. Yang pertama rontok adalah kelompok besar masyarakat yang paling bawah dari piramida ekonomi kita kemudian naik lagi, naik lagi, dan pada tingkat ke sekian horor ini mungkin berhenti.

Kita lupakan sejenak masyarakat paling bawah dari piramida ekonomi kita. Naik sedikit, ada kelompok masyarakat lain yang berjibaku dengan kredit bank atau pinjaman online—sebulan setelah janji relaksasi kredit terucap dari mulut presiden.

Di bulan ini masih ada yang tetap kerja atau, sebisa-bisanya berbisnis dengan seluruh keterbatasan yang ada, bergantung pada tabungan dan aset yang mungkin bisa dijual. Entah bagaimana dengan bulan-bulan ke depan uang tabungan tak bersisa, bulan depannya lagi aset sudah lepas semua, bulan depannya kemudian mengandalkan bantuan pemerintah yang kita tahu cara distribusinya kayak apa, bulan depannya lagi mungkin cuma sisa solidaritas antar warga se-RT atau antar warga masjid—atau bisa saja sebaliknya. Sementara “solidaritas warga dunia” akan selalu jadi jigong yang cuma bisa kita hidu baunya.

Pendeknya ruang harapan kita kian lama terasa kian meredup saja. Ia seperti lampu kamar kosmu yang pelan-pelan terasa tak seterang awalnya. Dan lampu sialan itu pelan dan pasti bakal terbakar dan padam.

Menyalakan lilin seperti mantan stafsus milenial ulang-bilang? Oh tidak. Saat itu bahkan “lilin” sudah terlampau mewah. Tapi ada kotak korek api di laci. Korek yang rapuh, geretannya mungkin lembap dan membuatnya agak sulit memantik. Untuk apa korek? Apa saja yang disentuh api saat itu agaknya tampak bagus. Membakar ruang itu sekalian sepertinya menarik, tapi bagaimana jika kita sebat dulu? Sepertinya oke.

Berita Baik untuk Hari ini Kapsul Waktu untuk Anxiety

Jadi inilah dia “Berita Baik” dan “Kapsul Waktu”. Keduanya merupakan rubrik baru kolaborasi antara Nyimpang dan tvberita.co.id, yang juga akan tayang di kedua web tersebut.

Inilah proyek mengumpulkan batang korek, yang ingin kami bikin di tengah masa pandemi ini. Kita yang tinggal di negara dunia ketiga, pada kota yang sering dilupakan, dari kelas sosial yang rawan. Singkatnya, gak berdaya.

Jika rubrik “Berita Baik” merupakan hasil wawancara dengan orang-orang tertentu soal ketakutan, pandangan, persiapan, dan harapan dalam menghadapi Covid-19 langsung, maka Kapsul Waktu merupakan surat yang ditulis seseorang bagi dirinya sendiri di masa depan. Hanya bedanya Kapsul Waktu di sini berbeda dengan term aslinya, yang sebagaimana tradisi ini mewajibkan surat disimpan-arsipkan secara manual (dikubur atau disimpan di suatu tempat), lebih afdol jika ditulis tangan, dan betul-betul dibuka di masa yang jauh sekira lima tahun sejak ditulis. Meski begitu kapsul waktu, kolom ini merupakan versi kebalikan, karena ditulis-arsipkan di internet, ditulis untuk waktu yang relatif pendek mungkin sebulan ke depan atau tahun depan. Alasan sederhananya pandemi ini situasi yang berbeda, dan layaknya situasi yang mengubah banyak hal, maka tradisi membikin kapsul waktu mengikutinya. Atau singkatnya, kami merasa frasa “Surat untuk Masa Depan” sebagaimana usul anak-anak tvberita.co.id betul-betul tidak catchy.

Nah kenapa kami harus kolab? Pertama karena inisator dari tvberita.co.id kelelahan menulis Corona setiap hari dengan cara yang dingin—fakta kan memang begitu.

Kedua karena Nyimpang lagi naik darah di saat tagihan hosting datang dan sudah sebulan tidak naikin tulisan apapun. Dann… jelas-jelas kami tak bisa menebar APD, menghimpun bantuan, atau melekukan hal-hal heroik alias menyalakan lilin. Kami mau jadi korek, kamu bisa menumpang membakar rokok di api kami yang kecil dan rawan, jika mau.
*
Ahmad Farid, Pimpinan Redaksi Nyimpang.com