Beranda News Karang Taruna Karawang Retak, Ada Mosi Tidak Percaya dari Pengurus Kecamatan

Karang Taruna Karawang Retak, Ada Mosi Tidak Percaya dari Pengurus Kecamatan

193

TVBERITA.CO.ID, KARAWANG – 30 pengurus Karang Taruna tingkat kecamatan mengeluarkan mosi tidak percaya atas kepengurusan Karang Taruna Kabupaten Karawang saat ini.
Deklarator Karang Taruna  tingkat  Kabupaten Karawang pada tahun 2009, Jenal Murtado, SH, kepada awak media kemarin di Grand Taruma, Telukjambe Barat, Karawang, mengatakan, 30 pengurus Karang Taruna tingkat kecamatan meminta pengurus Karang Taruna Karawang segera melakukan regenerasi kepengurusan.
“Mosi tidak percaya yang dilakukan teman-teman pengurus kecamatan terhadap kepengurusan periode 2017-2019 saya dukung karena selama ini karang taruna berjalan tidak sesuai dengan visi dan misinya dan dianggap vakum,” katanya.
Jenal menyikapi sikap Ketua Karang Taruna Kabupaten Karawang yang dinilai telah memanfaakan organisasi Karang Taruna hanya untuk kepentingan golongan saja.
“Yaitu untuk kepentingan pribadi dan politiknya dan tidak profesional dalam memimpin organisasi karang taruna yang memang dibentuk sebagai organisasi sosial. ”
“Setelah kita cermati sikap Ketua Karang Taruna kabupaten saat ini, kami menilai, beliau tidak layak lagi menjadi ketua, pasalnya marwah organisasi karang taruna tidak lagi berjalan seperti fungsinya, justru seakan diarahkan kepada kepentingan pribadi dan kelompoknya sendiri, bukan lagi organisasi sosial, beliau tidak profesional memimpin organisasi, ” katanya.
Lebih lanjut dituturkan Jenal,  mosi tidak percayanya kepada Karang Taruna Kabupaten Karawang oleh sekitar 30 Karang Taruna kecamatan menurutnya, dikarenakan fungsi-fungsi pengurus baik di tingkat kelurahan /desa maupun kecamatan seakan-akan tidak diberikan kepercayaan untuk menjalankan organisasi karang taruna di wilayahnya masing-masing.
Bahkan program-program kerja jangka pendek dan jangka panjang Karang Taruna ini tidak sesuai lagi visi misinya.
“Karena menurut kami karang taruna itu adalah organisasi pemuda yang bergerak di sektor sosial bukan dalam lingkup politik apalagi praktis, itu yang kami tidak sepakati,” jelasnya. (nna/fzy)

Komentar Facebook