Beranda Headline Akui Kesalahan, Praktisi Hukum: PLN Harus Segera Kembalikan Uang Konsumen

Akui Kesalahan, Praktisi Hukum: PLN Harus Segera Kembalikan Uang Konsumen

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- PLN Cabang Karawang Kota mengakui ada peristiwa kelebihan penghitungan pemakaian listrik yang berbuntut kelebihan penagihan kepada konsumennya. Pihaknya beralasan tagihan dikarenakan pencatatan meteran listrik susah diakses petugas.

 

Tak tanggung-tangung, si konsumen sampai harus membayar tagihan listrik Rp. 24 juta. Namun pihaknya berjanji akan segera mengembalikan uang tagihan yang berlebih itu.

“PLN Karawang akan mengembalikan secepatnya uang dalam waktu cepat. Lantaran uang itu langsung ke pusat, jadi haru buat surat dulu ke area, lalu ke Bandung, lalu ke pusat,” ujar Asep sebagai Manager PLN Karawang Kota di kantornya.

Sebelumnya diketahui, kecerobohan petugas PLN Karawang Kota menyatat pemakaian listrik konsumennya berbuntut adanya konsumen itu merasa dirugikan, lantaran sampai harus membayar tagihan listrik rumahnya Rp 24 juta.

Konsumen yang dirugikan itu bernama Oding Praja. Rumahnya memang terbilang cukup megah. Jika melewat ke wilayah Adiarsa Timur (Dinas Kesehatan, red), rumahnya bisa dilihat dari pinggir jalan. Paling besar. Tapi, dia menceritakan rumah itu jarang sekali digunakan olehnya.

Sehari-hari hanya didiami, orang kepercayaanya. Ia hanya dua minggu sekali singgah. Jadi mustahil, adanya penggunaan listrik yang berlebih di kediamannya itu.

Ia sempat menceritakan, tiga bulan terakhir, membayar tagihan listrik 2-3 juta, itupun ketika dicek tagihan pemakain listriknya ternyata sudah ditinggikan oleh petugas PLN. Puncaknya pembayaran bulan Juni ini, hitungan pemakainnya kembali ditinggikan, bahkan lebih tinggi dari bulan-bulan sebelumnya. Penagihan pun sangat jomplang. Rp 24 juta ia harus dan sudah bayarkan tagihan listriknya ke PLN.

“Pasa saya bayar-bayar (via e-Banking), loh kenapa rekening kurang banyak, saya periksa-periksa, di situlah 24 juta. Saya kira 2,4 juta makanya saya klik. Setelah itu saya minta tolong cek kwh kita berapa sih sebenarnya, kok saya bisa sampai bayar 24 juta,” katanya.

Tvberita.co.id juga sempat mengecek jumlah pemakain listriknya bulan Juni ini yang baru du angka 853224.51 Kwh. Namun 2 Juni lalu, tepatnya 24 haru, jumlah hitungan berdasarkan tagihan pemakaian listrik kepadanya berada di angka 99035-113257 Kwh.

Ia mengaku sangat dirugikan atas kejadian ini. Pihak PLN Rayon Karawang Kota sendiri pengakuannya, sudah mengakui adanya kesalahan penghitungan pemakain listrik yang mengakibatkan ia harus membayartagihan jauh di atas nominal yang harus dibayarkan.

“Orang PLN waktu itu datang mengakui dan, aduh pak mohon maaf memang kami yang salah.” ujar Oding meniru ucapan pegawai PLN. “ Yaudah kata saya kalau salah benerin, dong,” timpalnya.

Di tempat terpisah, praktisi hukum, Asep Agustian menyesalkan kecerobohan pihak PLN yang sudah merugikan kosumen. Seharusnya jika ada konsumen yang ditagih pembayaran listrik jomplang dengan angka tagihan yang harusnya dibayarkan, PLN harus cepat-cepat mengembalikannya. Jangan hanya berinda cepat mencopot aliran listik konsumen, jika ada konsumen yang telat membayarkan tagihan listrik.

“Ini baru satu orang sampai 24 juta. Saya kaget. Kita ini diatur semuanya siap pun dalam usaha itu, ada aturanya, kalau dalam ini konsumen dirugikan, berartu ada UU perlindungan konsumen,” katanya.

“Ketika ada masyarakat kurang dan telat membayar membayar dengan ganasnya mencabut, sekarang ada yang lebih bayar kenapa gak cepat-cepat dibalikin. Ini baru satu orang loh, kalau ada konsumen lain, apa tidak malu?,” sindir pria yang kerap disapa Askun ini.(kb)

Komentar Facebook