Beranda Headline ASN Karawang Kecewa Hasil Rotasi dan Mutasi, Ini Alasannya

ASN Karawang Kecewa Hasil Rotasi dan Mutasi, Ini Alasannya

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Perombakan hasil rotasi, mutasi dan promosi di lingkungan Pemkab Karawang menimbulkan kekecewaan di kalangan ASN, serta berujung tudingan Bupati Cellica tidak sesuai dengan arahan untuk meningkatkan pelayanan lebih optimal lagi.

Seperti diungkapkan salah seorang ASN yang namanya enggan disebutkan kepada Tvberita.co.id. Ia menilai, dasar pertimbangan pada mutasi, rotasi dan promosi yang dilakukan

“Ada pelanggaran UU yang dilakukan OPD (Bapenda), banyak yang kecewa. Dan saya siap membuktikan masyarakat tersebut, yang disayangkan tidak pernah mengakomodir, Karawang bukan milik Bupati termasuk saya,” ujarnya.

Terlebih kata dia, Bupati sering kali dengan slogan-slogannya yakni meningkatkan pelayanan. Padahal dirinya, sudah berulangkali menyurati Bupati maupun BKPSDm Karawang.

“Bupati tidak konsekuen dengan apa yg dia katakan. Katanya kalau ingin menduduki suatu jabatan harus sesuai dengan kompetensi dan akan di test. Ternyata hanya omongan saja. Padahal saya sebagai ASN iap utk di test. Dan saya sudah beberapa kali membuat surat permohonan kepada beliau tidak pernah ada tanggapan,” paparnya.

Dirinya juga siap diadu uji kompetensi dengan pegawai OPD tersebut, dan kalaupun dirinya kalah dalam uji kompetensi tersebut, siap diberikan sangsi yang seberat-beratnya.

“Saya berharap bupati memanggil saya untuk konfirmasi tentang pelanggaran UU di OPD tersebut, padahal beliau punya inspektorat, punya BKPSDM. Sama sekali tidak ada.
Mungkin saya di anggap sepele oleh beliau,” paparnya.

Sebelumnya Bupati Karawang, Cellica Nurachdiana mengungkapkan, Proses promosi, rotasi dan mutasi tersebut menurut Bupati, tidak dilakukan instan, karena melalui proses yang panjang sampai ke Komite ASN.

“Yang promosi akan tetap di evaluasi dan yang rotasi sebagai wujud penyegaran untuk pelayanan lebih optimal lagi,” ucap Bupati.

Bupati juga mengingatkan para ASN soal kekuatan media sosial dimana rakyat bisa melihat secara langsung bentuk dan hasil kinerja para pegawai, sehingga dituntut untuk bekerja secara profesional dan maksimal.

“Bekerjalah sesuai aturran dan layani masyarakat sebaik mungkin. Karena, di era medsos, bukan saja terpantau pimpinan, tapi juga masyarakat yang ikut serta memberikan penilaian atas kinerja para abdi negara ini,” kata bupati. (ris/kie)