Beranda Headline Berita Berujung Pelaporan, LBH GMBI: Tidak Perlu Dibesar-besarkan

Berita Berujung Pelaporan, LBH GMBI: Tidak Perlu Dibesar-besarkan

TVBERITA.CO.ID, KARAWANG – Pelaporan terhadap kantor berita Alexanews.id yang dilakukan salah satu politisi Partai Hanura Karawang mendapat tanggapan LBH GMBI Distrik Karawang. Tindakan mantan politisi PDIP itu dinilai terlalu dibesar-besarkan dan bisa memicu gejolak sosial di tengah masyarakat.
Ketua LBH GMBI Distrik Karawang, Dadi Mulyadi, SH mengatakan, jika memang berita yang diterbitkan Alexanews.id mengandung unsur SARA, sebaiknya seluruh pihak yang terlibat menyelesaikannya secara baik-baik dengan proses klarifikasi dan musyawarah.
“Tidak perlu dibesar-besarkan apalagi sampai terjadi pelaporan di lembaga kepolisian. Jikapun dugaan tersebut menjurus kepada isu SARA, bisa diselesaikan dengan mediasi yang melibatkan tokoh-tokoh masyarakat di Karawang agar isu tersebut tidak memancing penafsiran liar di masyarakat,” kata Dadi.
Dadi, secara pribadi, tidak melarang siapapun mengambil langkah-langkah hukum di negeri demokrasi ini. “Namun alangkah lebih indahnya lagi jika cara-cara penyelesaian dimulai dengan cara yang lebih mengutamakan nilai-nilai hukum adat dan budaya yang lebih humanis dan menyejukkan.”
Menurutnya, penyelesaikan secara hukum bukanlah langkah awal untuk menegakkan keadilan. “Pidana harus dipandang sebagai sebuah jalan akhir dalam menegakkan keadilan.”
“Yang saya sayangkan sosok yang secara reaksioner menanggapi adalah sosok politisi muda di Karawang, yang saya sangat yakin jika beliau tidak memahami alur peristiwa tersebut secara kontekstual sehingga cara menanggapinya pun mengundang tendensi yang jauh dari substansi peristiwa sebenarnya,” kata Dadi.
“Sebagai tokoh masyarakat seharusnya sudah tidak lagi berpikir parsial ataupun komunal namun harus berpikir secara komprehensif dan arif juga tidak memperlihatkan tendensi keberpihakan terhadap salah satu kelompok. Seorang wakil rakyat yang sejati harus bisa menempatan posisi secara seimbang. Alangkah lebih bijaksananya jika upaya penyelesaian dilakukan secara komunikasi yang baik dan fleksibel agar tidak mengundang reaksi balik yang negatif. Bagi seorang yang berpengalaman sebagai anggota DPRD bukan malah sebaliknya membuat titik api di lahan yang kering. Sehingga kehawatiran saya suatu tindakan yang dianggap ideal namun karena kurang tepat dalam mengambil sikap dan cara berkomunikasinya kaku justru malah berpotensi menjadi pelecut yang bernuansa provokatif,” sambungnya.
Media, kata Dadi, dalam melakukan tugas jurnalistik selalu berpedoman pada kode etik wartawan. Namun, tidak menutup kemungkinan hasil karya jurnalistik bisa menimbulkan polemik dan kontroversi. (fzy)

Komentar Facebook