Beranda Headline Data Kemiskinan Diragukan Bupati, BPS Karawang: Bagus Biar Ada Evaluasi

Data Kemiskinan Diragukan Bupati, BPS Karawang: Bagus Biar Ada Evaluasi

KARAWANG – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karawang, Budi Cahyono menyebut, masuknya Karawang dalam lima besar Kemiskinan Ekstrem di Jawa Barat, merupakan rilis data dari pemerintah pusat. Jika hal itu diragukan Pemkab Karawang, menurutnya sah-sah saja.

BPS Karawang hanya melakukan pendataan soal data kemiskinan di Karawang. Tidak diintervensi dan terintervensi. “Tugas kami hanya melakukan survey dan pendataan. Kemudian hasil itu kami serahkan ke Provinsi dan diolah di Pusat. Nah dari situ muncul data kemiskinan per tingkat provinsi hingga kabupaten,” jelasnya, Senin (3/10).

Dijelaskannya, Miskin ekstrem didefinisikan sebagai kondisi di mana kesejahteraan masyarakat berada di bawah garis kemiskinan ekstrem- setara dengan USD 1,9 PPP (pendapatan per kapita, red) atau Rp 11.941,1. Skema perhitungan itu berdasarkan dari Word Bank atau Bank Dunia.

“Kemiskinan ekstrem itu diukur menggunakan ‘absolute poverty measure’ yang konsisten antar negara dan antar waktu,” ungkapnya.

Baca juga: Bupati Cellica Ragukan Pernyataan Wapres Soal Kemiskinan

Dalam surveynya, kata Budi, dilakukan dengan sampling random kepada 10.040 warga Karawang berdasarkan data dari Data Sampel Buat Sensus (DSBS).

“Kami melakukan pendataan mengenai pendapatan warga Karawang, per bulan hingga per hari,” tuturnya.

Pernyataan Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana yang meragukan kebenaran data kemiskinan tersebut, justru menurutnya hal yang tepat sebagai bahan evaluasi.

“Justru itu bagus, ini bisa jadi evaluasi ke depan di Karawang secara mikro. Tujuan dari survey kita kan agar nantinya di-follow up sebagai kebijakan daerah,” pungkas Budi.

Sebelumnya, Bupati Cellica Nurachadiana meragukan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), dan ia pun akan melakukan rapat dengan para kepala desa yang warganya masuk dalam kemiskinan ekstrem itu.

“Ada data dari BPS yang menyebut 25 desa yang terindikasi sebagian warganya memiliki tingkat kemiskinan yang ekstrem,” kata Cellica, Kamis (30/9/2021).

“Aku pengen tau dulu data BPS ini benar apa tidak? Yang konon katanya sekitar 4 koma sekian warga Karawang masuk ke tingkat kemiskinan ekstrim,” ujarnya

Dijelaskannya, bantuan pemerintah untuk kegiatan sosial itu banyak, mulai dari BPNT, BLT, bantuan beras, PKH dan sebagainya.

“Intinya kita bakal validasi dulu data dari pemerintah pusat itu, baru kita reposisi anggaran sebab banyak program kita juga untuk kesejahteraan sosial mulai dari UMKM, Rutilahu, program Karawang Cerdas, program Karawang sehat,” pungkasnya.

Baca juga: Karawang Disebut Miskin Ekstrem, Nace: Cellica-Aep Gagal Kelola Daerah

Diketahui, Rabu (29/9), pemerintah pusat merilis lima kabupaten di Jawa Barat yang terkategori kemiskinan ekstrem, yakni Cianjur, Bandung, Kuningan, Indramayu dan Karawang, di Kantor Gubernur Jabar, Bandung.

Rincian angka penduduk miskin ekstrem di lima kabupaten tersebut ialah 90.480 jiwa di Kabupaten Cianjur, 93.480 jiwa di Kabupaten Bandung, 69.090 jiwa di Kabupaten Kuningan, 106.690 jiwa di Kabupaten Indramayu dan terparah 106.780 jiwa di Kabupaten Karawang. (kii)

Artikel sebelumnyaKarawang Miskin Ekstrem: Cellica-Aep Terpukul, Legislatif ‘Mandul’
Artikel selanjutnyaKejari Purwakarta Didatangi Aliansi Kian Santang