Beranda Headline DBD di Karawang Tembus 698 Kasus, 8 Meninggal Dunia

DBD di Karawang Tembus 698 Kasus, 8 Meninggal Dunia

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Selain diminta mewaspadai pandemi Covid-19, masyarakat Karawang juga diharapkan untuk waspada dan melakukan pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, kasus DBD terus mengalami peningkatan dan dikategorikan Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Selama periode Januari – Juni, tercatat 698 kasus DBD di Karawang dan menelan korban jiwa sebanyak 8 orang,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Yayuk Sri Rahayu.

Ia merinci, untuk bulan Januari terjadi sebanyak 18 kasus, Februari 47 kasus, Maret 45 kasus, April 154 kasus, Mei 216 kasus, dan terkini Juni sebanyak 218 kasus.

“Sementara untuk kasus DBD terparah terjadi di Kecamatan Cikampek, Telukjambe Timur, Klari, Jomin, Kotabaru, dan Purwasari,” terangnya.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk menggalakan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J), dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3 M Plus, yaitu menutup tempat penampungan air, menguras bak air, minimal satu minggu satu kali, mengubur atau mendaur ulang barang bekas, agar tidak menjadi tempat sarang nyamuk.

“Rajin-rajin membersihkan lingkungan, misal tempat minum ayam, minum burung, vas bunga, penampungan air pada dispenser, perangkap semut pada kaki meja, kolam diisi ikan, menanam tanaman pengusir nyamuk, dan membersihkan talang dari genangan air.”

“Termasuk menyimpan pakaian dalam lemari dan jangan bergelantungan,” sambungnya.

Ditambahkan Yayuk, untuk memaksimalkan program G1R1J, pihaknya sudah getol mensosialisasikan dalam setiap pertemuan dengan pihak puskesmas maupun pihak terkait lainnya.

“Iya, sudah sering kita sosialisasikan, surat edaran pun sudah dilayangkan,” katanya.

Dirinya berharap, agar G1R1J bisa diaplikasikan masyarakat dalam kebiasaan sehari-hari. Sebab, jika tidak diantisipasi lewat pencegahan, bukan tidak mungkin lonjakan kasus DBD di Karawang terus berulang-ulang.

“Semoga kita semua memiliki kesadaran untuk berupaya melakukan pencegahan DBD sejak dini,” harap Yayuk.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Telagasari, Asep Saepul Bahri, mengatakan, pihaknya sudah melaksanakan sosialisasi kaitan DBD di setiap kesempatan saat minggon Kecamatan.

“Sering kita sampaikan kepada para kepala desa, agar melakukan action G1R1J untuk memberantas sarang nyamuk,” ujarnya.

Namun sayangnya, di saat pandemi ini, pihaknya belum bisa berbuat banyak untuk menginisiasi gerakan tersebut. “Karena kegiatan sekarang banyak dibatasi, kita mengumpulkan orang untuk penyuluhan juga belum memungkinkan,” tutur Asep. (kie/fzy)