Beranda Headline DEEP Minta Kasus Jual Beli Suara Libatkan PPK Diusut Tuntas

DEEP Minta Kasus Jual Beli Suara Libatkan PPK Diusut Tuntas

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Kasus dugaan suap jual beli suara yang terjadi di Kabupaten Karawang antara caleg Partai Perindo Dapil VII H. EK. Budi Santoso dengan 12 oknum PPK dan Oknum Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karawang pada perhelatan Pemilu Serentak yang digelar pada 17 April 2019 lalu, mengundang perhatian banyak pihak dan dinilai sangat memprihatinkan.

Salah satunya adalah diungkapkan oleh Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP), Yusfitriadi.

Menurut Yusfitriadi, DEEP mendorong pihak berwenang untuk dapat mengusut tuntas kasus suap jual beli suara tersebut dan memproses seadil-adilnya menurut ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sebagai bentuk penegakan supremasi hukum Pemilu supaya tidak menjadi presedent buruk dalam penegakan hukum pada momentum Pemilihan Umum mendatang.

“Kami juga mendorong penyelenggara pemilu baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Karawang untuk segera terbuka kepada publik terkait hasil investigasinya. Ini dilakukan agar publik diberikan informasi yang jelas dan utuh, sehingga tidak menjadi opini liar yang mengarah kepada saling tuding serta sebagai bentuk pertanggungjawaban moral institusi penyelenggara pemilu kepada publik ,” ungkapnya memaparkan.

Meskipun Belasan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Karawang menurut data telah mengembalikan dana tersebut kepada caleg Perindo yang gagal terpilih. Namun lanjutnya lagi, apa yang dilakukan oknum 12 PPK dan satu komisioner KPU Karawang ini dapat terlihat adanya indikasi krisis integritas ditubuh penyelenggara Pemilu.

“Apabila hal ini terus menerus dibiarkan, maka jangan harap terciptanya penyelenggara Pemilu yang berkualitas, jujur dan adil yang mengutamakan kepentingan rakyat diatas segalanya,” tandas Ysufitriadi lagi.

Ia pun menilai, permasalahan ini sudah sangat mencederai proses demokrasi Pemilu Serentak 2019 yang telah berlangsung dan mungkin juga akan menjadi bola liar, karena tidak menutup kemungkinan juga terjadi di daerah lain yang belum terungkap.

Yusfitriadi mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Jawa Barat pada khususnya, terutama para kontestan peserta pemilu 2019 untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang melihat dan mengalami dugaan kasus serupa, sebagai upaya mewujudkan penyelenggara pemilu yang berintegritas menuju pemilu yang adil, bersih dan bermartabat.

Terakhir, ia menyampaikan juga harapanya agar seluruh masyarakat Kabupaten Karawang khususnya, dapat tetap menahan diri untuk tidak terprovokasi dan tidak mengeluarkan pernyataan – pernyataan yang berlebihan serta mengedepankan prinsip praduga tak bersalah dan menyerahkan sepenuhnya kasus dugaan suap tersebut kepada penegak hukum yang berwenang.

Diketahui sebelumnya, Karena merasa ditipu oleh oknum 12 PPK dan seorang oknum komisioner KPUD Karawang, Budi Santoso alias H.Engkus Kusnaya Caleg DPR RI Dapil VII Partai Perindo membeberkan bahwa dirinya telah memberikan sejumlah aliran dana sebanyak dua kali pembayaran dengan rincian Rp. 60 juta dan Rp. 40 juta.

Dimana, Dalam teknis transaksi jual beli suara tersebut menggunakan kata sandi tertentu. Diantaranya adalah, TPS diganti menjadi Toko, Jumlah suara diganti kilo, nama ketua PPK diganti menjadi agen beras, dan harga persuara diganti menjadi eceran.

Berikut Rincian Aliran Dana dari Engkus kepada 12 Ketua PPK di Karawang.

1. Ketua PPK Rengasdengklok atas nama Saepudin menerima Pembayaran 60 persen Rp.67.020.000 Pembayaran 40 Persen 44.680.000 Total Rp.111.700.000. Aliran dana dikirim H.Ek Budi Santoso alias H.Engkus Kusnaya ke Nomor Rekening BCA 5765257368 atas nama Nazma Hayatulloh Rama.

2.Ketua PPK Karawang Barat Nana Sumarna menerima Pembayaran 60% Rp.92.460.000 Pembayaran 40% Rp.61.640.000 Total Rp.154.100.000. Aliran dana dikirim ke Nomor Rekening BNI 0897147075 Atas Nama Nana Sumarna.

3. Ketua PPK Karawang Timur Agus Sopyan menerima Pembayaran 60% Rp.74.820.000 Pembayaran 40% Rp.49.880.000 Total Rp.124.700.000. Aliran dana dikirim ke Nomor Rekening BJB 0090474650100 Atas Nama Agus Sopyan.

4. Ketua PPK Kutawaluya Arifin Aliyafie menerima Pembayaran 60% Rp.36.960.000 Pembayaran 40% Rp.24.640.000 Total Rp 61.600.000. Aliran dana dikirim ke Nomor Rekening BRI 425701013336532 Atas Nama Ahmad Priyanto Nawawi.

5. Ketua PPK Tirtajaya Suharta menerima Pembayaran 60% Rp.43.680.000 Pembayaran 40% Rp.29.120.000 Total Rp.72.800.000. Aliran dana dikirim ke Nomor Rekening BRI 425601008878537 Atas Nama Nurhalimah.

6. Ketua PPK Telukjambe Timur Ade Suardi menerima Pembayaran 60% Rp.70.560.000 Pembayaran 40% Rp.47.040.000 Total Rp.117.600.000. Aliran dana dikirim ke Nomor Rekening BNI 0217294007 Atas Nama Ade Suardi.

7. Ketua PPK Telukjambe Barat Agus Tohaeri menerima Pembayaran 60% Rp.33.600.000 Pembayaran 40% Rp.22.400.000 Total Rp.56.000.000. Aliran dana dikirim ke Nomor Rekening BNI 0700296285 Atas Nama Agus Tohaeri.

8. Ketua PPK Lemahbang Elam J Lesmana menerima Pembayaran 60% Rp.38.520.000 Pembayaran 40% Rp.25.680.000 Total Rp.64.200.000. Aliran dana dikirim ke Nomor Rekening Mandiri 1730001446070 Atas Nama Amah Suryamah.

9. Ketua PPK Jatisari Pupung Pudholi menerima Pembayaran 60% Rp.44.520.000 Pembayaran 40% Rp.29.680.000 Total Rp.74.200.000. Aliran dana dikirim ke Nomor Rekening BNI 0700296036 Atas Nama Pupung.

10. Ketua PPK Cikampek Irvan Prambudhi menerima Pembayaran 60% Rp.32.040.000 Pembayaran 40% Rp.21.360.000 Total Rp.53.400.000. Aliran dana dikirim ke Nomor Rekening Mandiri 1730004587011 Atas Nama Ardhina Yusfa Luthfika.

11. Ketua PPK Rawamerta Sarwin Sumarlin menerima Pembayaran 60% Rp.33.780.000 Pembayaran 40% Rp.22.520.000 Total Rp.56.300.000. Aliran dana dikirim ke Nomor Rekening BRI 425701013717534 Atas Nama Aan Rohimah.

12. Ketua PPK Majalaya Suharjo menerima Pembayaran 60% Rp.32.040.000 Pembayaran 40% Rp.21.360.000 Total Rp.53.400.000. Aliran d ana Dikirim ke Nomor Rekening BRI 801601001723537 Atas Nama Tati Hartati.

Komisioner KPU Karawang Atas Nama Asep Saepudin Muksin, menurut Engkus menerima uang sebanyak Rp.50 juta lebih.(nna/ris)

Komentar Facebook