Beranda Headline Defisit Anggaran di Batas Aman, TPP PNS Karawang Tidak Jadi Dipotong

Defisit Anggaran di Batas Aman, TPP PNS Karawang Tidak Jadi Dipotong

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Para Aparatur Sipil Negara Lingkup Pemerintahan Daerah Kabupaten Karawang bisa bernapas lega.

 

Pasalnya, wacana pemotongan alokasi dana Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara Lingkup Pemerintahan Kabupaten Karawang sebagai solusi terakhir untuk menekan defisit anggaran tidak jadi dilakukan.

Dijelaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang Acep Jamhuri, Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang telah memangkas sejumlah anggaran yang dinilai tidak efektif dan efesien pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019. Hasilnya, defisit anggaran tinggal Rp. 59 miliar dari sebelumnya Rp. 200 miliar.

“Defisit anggaran kita hari ini sudah aman ya, sudah diangka Rp. 59 Miliar dari Rp. 200 Miliar, dengan serapan anggaran sudah mencapai 60 persen, aman semua aman,” kata Sekda Acep kepada Tvberita.co.id, Senin (23/9).

Penurunan defisit itu, lanjutnya karena di tahun anggaran 2019 ini, kegiatan dinas yang tidak penting seperti kunjungan kerja, rapat- rapat dan kegiatan-kegiatan lainnya di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Karawang dikurangi. Termasuk yang gagal lelang.

“Kita kurangi yang tidak efektif dan hanya pemborosan, yaitu yang bukan skala prioritas,” lanjutnya.

Namun demikian, kata Sekda Acep lagi menerangkan, tidak semua anggaran dinas dipukul rata diefesienkan, ada juga kegiatan yang memang menjadi skala prioritas untuk diselesaikan di tahun ini.

Misalnya, ia mencontohkan, Pembangunan lanjutan gedung pemda II Karawang oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, ia menjelaskan pemerintah daerah sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 3 Miliar untuk menyelesaikan segala kebutuhan gedung megah berlantai 5 tersebut, dengan harapan diakhir tahun 2019 ini sudah bisa digunakan.

“Karena kemarin sempat kehilangan, kita anggarkan kembali diperubahan untuk pergantian utilitas, sarana dan prasarana sebesar Rp. 3 Miliar, setelah rapat pembahasan KUA PPAS, sudah mulai bisa kita lelang, perkiraan pekerjaan selama 3 bulan, targetnya akhir tahun ini pun sudah bisa digunakan,” jelasnya.(nna/kie)

Komentar Facebook