PURWAKARTA-Sejumlah organisasi kemasyarakatan dan aktifis mendatangi Kejaksaan Negeri Purwakarta, Jawa Barat, Senin (8/6). Mereka mendesak yayasan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terafiliasi dengan tiga tersangka dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) segera ditutup.
Desakan tersebut tertuang dalam surat terbuka yang diberikan ke Kejaksaan Negeri Purwakarta, hal ini menyusul banyaknya dugaan yayasan mitra SPPG di Kabupaten Purwakarta yang terafiliasi dengan Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya mantan Wakil Kepala BGN.
Diketahui, Irjen Pol (Purn) Sony Sanjaya ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Agung bersama Kepala BGN Dadan Hindayana dan Wakil Kepala BGN Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami datang ke Kejaksaan, untuk memberikan dukungan atas penanganan dugaan korupsi di BGN. Sekaligus mendesak agar yayasan yang terafiliasi dengan para tersangka dibekukan. Sebab jika tidak, maka aliran dana dari yayasan yang terafiliasi bisa saja masih mengalir kepada tersangka melalui para koleganya,”ungkap Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Purwakarta Adi Kurniawan Tarigan di Kejaksaan Negeri Purwakarta Senin (8/6).
Selain dari organisasi wartawan, seperti PWI disebut ada juga kelompok masyarakat lain yang datang ke Kejaksaan Negeri Purwakarta untuk melakukan hal serupa.
Seperti diketahui, Kabupaten Purwakarta diduga menjadi salah satu daerah di Jawa Barat yang memiliki yayasan SPPG terbanyak yang terafliasi dengan mantan pimpinan BGN yang terlibat sekandal dugaan korupsi. Sebab Irjen Pol (Purn) Sony Sanjaya disebut-sebut memiliki keluarga besar di Purwakarta, tepatnya di Kecamatan Plered.(trg)









