Beranda Headline Desak Polisi Ungkap Otak Penyerangan Warga Desa Sukaluyu

Desak Polisi Ungkap Otak Penyerangan Warga Desa Sukaluyu

KARAWANG – Praktisi hukum yang juga pengamat kebijakan pemerintahan Karawang, Asep Agustian alias Asep Kuncir (Askun), mengapresiasi pihak Polres Karawang yang telah menangkap para pelaku penyerangan warga Desa Sukaluyu pada saat mereka aksi damai menuju PT Aichikiki Autoparts Indonesia (PT AAI) pada Senin (4/10/2021).

Tetapi Askun mendesak penangkapan itu tidak hanya cukup para eksekutor penyerangan, namun otak intelektual penyerangan itu juga perlu ditangkap dan dijebloskan ke jeruji besi.

“Mereka (para pelaku) tidak mungkin serta merta mau menghadang dan lakukan penyerangan kalau tidak ada yang memerintahkan. Buat saya, siapapun mereka yang memerintahkan penyerangan, mau orang biasa mau orang luar biasa mau orang pejabat anggota dewan sekalipun itu harus diperiksa. Enggak mungkin kalau tidak ada aktor intelektualnya, siapa aktor intelektualnya, itu bagian kepolisian yang mengungkapnya,” kata Askun di ruang kerjanya, Kamis (7/10/2021).

Baca juga: Di Balik Bentrokan Soal PT AAI, Ada Papa Mama Minta Saham?

Askun mengingatkan kepada para penyidik kepolisian untuk memperhatikan kerugian yang dialami korban, baik fisik materiil dan non materiil itu harus diusut tuntas.

“Siapa yang harus diusut tuntas? Yaitu si pelaku yang memerintahkan, saya yakin polisi bisa menangkap aktor intelektualnya,” tegas Ketua DPC Peradi Karawang ini.

Askun kembali menegaskan kepercayaannya kepada pihak penyidik Polres Karawang yang bisa bekerja secara proporsional dan profesional.

“Saya percaya pihak kepolisian bisa mengusut tuntas masalah ini sampai ke akar-akarnya, tangkap dia, penjarakan dia, siapapun dia, biar Karawang kembali kondusif,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, pihak Polres Karawang dalam waktu cepat bisa menangkap tujuh orang pelaku penyerangan warga Desa Sukaluyu saat mereka aksi damai menuju PT AAI. (kii)

Artikel sebelumnyaIni Solusi Rektor UBP Soal Kemiskinan Ekstrem di Karawang
Artikel selanjutnyaMini Zoo di Karangpawitan 2 Tak Terawat, Hewannya Sempat Lepas dan Menyerang Anak-anak