Beranda Headline Di Balik Bentrokan Soal PT AAI, Ada Papa Mama Minta Saham?

Di Balik Bentrokan Soal PT AAI, Ada Papa Mama Minta Saham?

KARAWANG – Setelah Karang Taruna Rajawali, Perhimpunan Pengusaha Lokal Sukaluyu (PPLS), BUMDES Desa Sukaluyu ke PT. Aichikiki Autoparts Indonesia (AAI) di Kawasan Industri KIIC Karawang, berujung rusuh. Disebut-sebut, adanya kerusuhan tersebut disinyalir gegara ‘papa mama minta saham’.

Kerusuhan berawal dari sekelompok orang tak dikenal (OTK) melakukan penghadangan dan penyerangan kepada massa pengunjuk rasa di jalan menuju kawasan KIIC, sehingga mengakibatkan 2 orang korban luka-luka dan beberapa motor rusak parah.

Warga Kurang Taruna yang juga pengusaha asal Karawang, Ahmad Ardiansyah, menyayangkan atas kejadian itu. Menurutnya jika ada aspirasi yang perlu disampaikan, sampaikan dengan baik, mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi.

“Aksi apapun itu, ya sah sah saja, cuma disampaikan secara baik dan benar dan di hari yang tepat di waktu yang tepat dan dalam keadaan yang tepat,” kata Ardiansyah yang sedang mengambil gelar doktor Manajemen di Universitas Pasundan Bandung ini, Selasa (5/10/2021).

Jangan kemudian, tegasnya, ada hal-hal yang bersifat pribadi untuk mencari keuntungan, seakan-akan kemudian masyarakat yang dibenturkan.

“Apakah benar ada Papa dan Mama minta saham? Papa dan Mama minta jatah, minta bagian. Karena Papa dan Mama tersebut memiliki wewenang dan jabatan,” terangnya.

Menurut Ardiansyah, pihak manapun seharusnya melihat dampak sosial yang akan terjadi dari aksi ini. Jangan sampai menganggu kenyamanan masyarakat dalam berlalu lintas. Terlebih saat ini Presiden Joko Widodo sedang menekan penyebaran COVID-19.

“Jadi harus jelas dulu maksud dan tujuan aksi ini dilakukan, dari siapa? Kepada siapa? Kalau memang demi kepentingan publik, ya, sampaikan dengan elegan. Jangan menganggu masyarakat, apalagi kita tengah menghadapi pandemi COVID-19,” tandasnya.

Ia juga menyebut bohong, jika ada yang bilang PT AAI tidak memberikan CSR, karena sejak 2003 perusahaan tersebut sudah sering membagikan CSR-nya kepada warga sekitar.

“Ini semenjak Kepala Desa baru kok malah mempermasalahkannya lagi, kalau kontribusi perusahaannya dirasa kurang, ya ngomong aja baik-baik,” pungkasnya. (kii)

Artikel sebelumnyaGarda Bangsa Dorong Pembangunan Rulahu Segera Direalisasikan
Artikel selanjutnyaPeringati HUT TNI ke-76, Yonif PR 305/Tengkorak Gelar Doa Bersama dan Baksos