
Lebih lanjut dijelaskan Wihaji, Genting merupakan gerakan bantuan bagi keluarga berisiko stunting, melalui kepedulian para pihak sebagai orang tua asuh menjadi bagian dari upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting.
Baca juga: Dipastikan Menang Pilkada, Aep Syaepuloh Sudah Siapkan Program Prioritas Bangun Karawang
“Melalui kegiatan Genting ini diharapkan agar balita berisiko stunting mendapatkan bantuan untuk peningkatan gizi, dan kesehatan serta keluarga yang memiliki balita berisiko stunting mendapatkan edukasi, dan bantuan lainnya untuk pemberdayaan keluarga dimana kegiatan ini akan diprioritaskan kepada keluarga miskin berisiko stunting,” imbuhnya.
Genting sendiri merupakan gerakan gotong royong masyarakat untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, kuat dan tidak stunting, melalui kepedulian para pihak sebagai orang tua asuh (OTA), yang berperan sebagai pemberi bantuan.
“Orang tua asuh stunting ini akan membantu keluarga yang berisiko stunting selama 1.000 hari kehidupan mulai dari dalam kandungan, mereka (orang tua asuh) bisa dari perorangan maupun lembaga, seperti BUMD, individu atau perseorangan, komunitas, swasta, perguruan tinggi atau akademisi, serta media,” ucap Wihaji. (*)








