Beranda Headline Diisukan Diduga Tilep Retribusi, Budianto: Ini Ada Kaitan Informasi Jadi Ketua DPRD

Diisukan Diduga Tilep Retribusi, Budianto: Ini Ada Kaitan Informasi Jadi Ketua DPRD

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Retribusi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ciparage Tempuran bagi PAD Karawang cukup tinggi per tahunnya. Namun diduga nominalnya telah disunat terlebih sebelum disetor ke kas daerah.

 

Diketahui, TPI ini dipimpin oleh Wakil Ketua III DPRD Karawang dari Partai Demokrat, Budianto. Informasi miring mengenai TPI Ciparage ini pun turut diterima oleh praktisi hukum, Asep Agustian.

Menurutnya, informasi ini meminta penegak hukum untuk mendalami apa yang sebenarnya terjad dan angka yang mana yang benar dan harus masuk ke kas daerah. Jika pun benar retribusi sebenarnya bisa sampai di angka 800-900 juta, ia mengherankan target yang dibebankan kepada TPI justru di bawah angka itu.

“Lagi-lagi kembali ke penagak hukum, untuk mau mengali persoalan. Panggil saja dinas perikanan, minta klarifikasi. Ada yang menarik, seorang Wakil Ketua DPRD menjabat jadi Ketua TPI. Cukup besar ternyata (retribusi,red). Lalu ini masuknya ke mana?,” katanya.

Di sisi lain Askun pun menyoroti jabatan wakil ketua III DPRD Karawang yang juga sebagai kader partai pemenang pada pileg 2019 kemarin yakni Budianto, bisa merangkap menjabat sebagai Ketua TPI.

“Satu pendapatan dari nelayan, kedua ada jabatan yang dirangkap. Makanya saya hanya bisa menyampaikan, kepada para penegak hukum, di Karawang banyak sekali persoalan,” katanya.

Sementara itu, Budianto membantah adanya penilepan retribusi yang harusnya disetorkan ke kas daerah. Menurutnya isu tersebut sengaja dimunculkan karena ada indikasi ketidaksukaan kepada ia secara pribadi semenjak menjabat sebagai Ketua TPI Ciparage yang ia ubah namanya dari Singaperbangsa menjadi Samudra Mulya sejak 2015 lalu.

Ia menuturkan, retribusi itu disetorkan sebagaimana target yang dibebankan. Adapun angka lebih dari yang dibebankan itu dipergunakan untuk keperluan TPI secara luas atau keseluruhan.

“Kalau retribusi target. Karena dinas perikanan itu, semua beban kaitan masalah kemacetan, hutang bakul, administrasi, honor karyawan, tamu, perbaikan –perbaikan di kantor itu tanggung jawab pelelangan, yaa kalau disetorin semua ya gak bisa, kita kan bukan pajak, kan harus membayar honor karyawan,” kata Budi sambil mengatakan sejumlah kemajuan TPI semenjak dipegang olehnya.

Soal isu yang muncul berdasarkan ketidaksukaan kepada pribadinya, ia sempat menjelaskan ada sebah bakul yang saat ini tungakannya lebih dari 100 juta kepada TPI, lalu ia melarang bakul tersebut membeli ikan di TPI. Ia menduga isu ini muncul salah satunya lantaran itu.

“Ada yang tidak suka, mungkin misalnya bakul, jadi memang ada salah satu bakul yang sekarang tunggakanya 100 sekian juta sama saya gak boleh beli ikan ya mungkin ngoceh seperti itu,” tukasnya.

Data yang berhasil dihimpun dari kepala desa setempat, Kabun, yang menuturkan retribusi TPI Ciparage atau Samudra Mulya di tahun 2018 kemarin di kisaran angka 250-270 juta.

Sedangkan pada tahun 2019 ini, target yang dibebankan kepada TPI Ciparage hampir 50% persen dari angka target retribusi TPI keseluruhan Karawang yang berada di kisaran angka 700 juta. Artinya, target TPI Ciparage tahun ini berkisar di angka 350 juta.

“Dulu-dulu mah gak ada seperti ini, cuma memang kaitan dengan masalah informasi disangka ingin jadi ketua dewan, itu bisa saja masuk kesitu. Atau kalau pengen juga jadi ketua pelelangan bisa bisa saja ada masanya, kan November nanti,” kata Budi.

Cuma tetap acuan aturan mainya berdasarkan hasil produksi. Tapi dari tahun-tahun kemarin, kami selalu memenuhi retribusi tersebut.

“Namun diketahui, dalam beberapa tahun terakhir Nadran Laut atau semacam Pesta Laut rutin dilakukan setiap tahunnya di Pantai Ciparage. Bahkan dalam tiga tahun terakhir rutin dipadukan dengan acara HUT Karawang di bulan September,” pungkasnya.(KB)

Komentar Facebook