Beranda Headline Dinilai Janggal, Wabup Jimmy Dorong Fraksi Pansus Pemda II

Dinilai Janggal, Wabup Jimmy Dorong Fraksi Pansus Pemda II

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Kasus pencurian di Pemda II yang dinilai janggal terus jadi sorotan. Kini Wakil Bupati Karawang, Ahmad “Jimmy” Zamakhsyari turut angkat bicara.

 

Jimmy meminta kepada pihak manapun yang telah melakukan kriminalisasi dengan mencoba mencari pembenaran dengan mengorbankan masyarakat kecil dalam kasus kerugian Gedung Pemda II ini untuk segera bertobat.

Menurutnya, jika dalam persoalan ini ada kriminalisasi hukum dimana ada orang tidak bersalah yang ditumbalkan untuk menyelamatkan kesalahan dari sebuah perencanaan sehingga Pemda II ini menjadi terbengkalai, maka segera untuk meminta maaf.

“Segera tobat. Jangan korbankan orang yang sudah miskin, kemudian dikorbankan untuk pembenaran. Jika benar silahkan proses seadil-adilnya, karena mencolong itu bukan hanya rakyat kecil. Rakyat besar pun kalau sudah penyakitnya mencolong (mencuri, red) ya nyolong,”tandasnya.

Ia menuturkan, atas nama wakil kepala daerah, wakil bupati memohon kepada para aparat penegak hukum untuk benar -benar bisa membuktikan bahwa Hambali dan rekan-rekannya telah mengambil aset yang merugikan Pemkab sebesar Rp.3 Miliar.

“Buktikan, jika terbukti silahkan proses. Hukum seadil-adilnya sesuai perbuatannya,”tegasnya.

Diungkapkan Jimmy, selama ini dirinya tidak pernah menerima laporan apapun dari dinas teknis terkait, mengenai kehilangan yang merugikan gedung mewah milik pemerintah daerah Kabupaten Karawang itu hingga miliaran rupiah.

“Saya akan turun, akan saya cek dan evaluasi langsung ke gedung Pemda II apa saja sebenarnya yang hilang di gedung tersebut,”katanya.

Ia pun berjanji akan mendorong dibentuknya Panitia Khusus (Pansus) Gedung Pemda II , melalui fraksi PKB dan Fraksi lainnya di parlemen untuk dapat mengungkapkan kebenarannya, seperti apa.

“Mereka PUPR ini tidak terbuka dengan saya, termasuk permasalahan gedung Pemda II ini, karena mereka tidak pernah memberi laporan akan saya audit sekalian,” ulasnya lagi dengan geram.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Karawang, Hadis Herdiana, mengatakan jika Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Karawang sebagai pihak pengguna barang dan pengelola gedung Pemda II telah melaporkan nilai aset dari gedung tersebut.

Dikatakan Hadis, saat ini aset yang tercatat di BPKAD, sekitar Rp. 42, 014 Miliar. Dimana di dalamnya termasuk biaya pembangunan, perencanaan, pengawasan dan aset- aset yang ada di dalam digedung tersebut.

“Benar, aset gedung Pemda II ini sudah dilaporkan kepada kami, setelah serah terima gedung tersebut dari pihak ketiga kepada dinas PUPR pada akhir tahun kemarin, berdasarkan kontraktual atau keseluruhan,” ungkap Hadis ketika dikonfirmasi terkait aset gedung Pemda II, kemarin.(nin/ds)

Komentar Facebook