Beranda Headline Divonis 16 Bulan Penjara, Kuasa Hukum Kasus Pencurian Pemda II akan Ajukan...

Divonis 16 Bulan Penjara, Kuasa Hukum Kasus Pencurian Pemda II akan Ajukan Banding

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Hambali dan kedua rekannya, divonis bersalah telah melakukan pencurian di gedung Pemda II oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Karawang dengan vonis satu tahun enam bulan penjara.

 

Majelis Hakim memutuskan Hambali dan kedua rekannya terbukti bersalah sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum, sedangkan eksepsi dan pledoi dari kuasa hukum terdakwa tidak dipertimbangankan oleh majelis hakim.

Alek Safri Winando, SH., MH. Kuasa hukum ketiga terdakwa mengatakan bahwa putusan dalam perkara pencurian gedung pemda dua kliennya diganjar selama satu tahun enam bulan oleh majelis hakim.

Eksepsi dan pledoi yang ia sampaikan kepada majelis hakim saat persidangan tidak dipertimbangkan sama sekali.

“Putusan hari ini dalam perkara pemda dua, setahun enam bulan, eksepsi serta pledoi kami tidak dipertimbangkan sama sekali” kata Alek, saat ditemui Tvberita.co.id, Rabu sore (10/07/19) usai sidang.

Padahal kata Alek, Hal-hal yang berkaitan dengan perkara ini sudah disampaikan kepada majelis hakim melalui eksepsi dan pledoi begitu juga dengan barang yang mereka ambil hanya sebesar 400 ribu rupiah tidak lebih dari itu.

“Hal-hal yang berkaitan dengan perkara ini juga sudah disampaikan dalam eksepsi dan pledoi, kerugian yang mereka ambil sebesar 400 ribu rupiah” jelasnya.

Menurut Alex, vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim adalah tidak adil, Tuntutan satu tahun enam bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) ternyata dikabulkan oleh majelis hakim sedangkan eksepsi dan pledoi tidak dipertimbangan oleh majelis hakim.

“Menurut kami ini tidak adil seharusnya majelis hakim juga melihat berapa kerugian yang telah mereka ambil, barang dari gedung pemda 2, dan mereka melakukan hal itu disebabkan mereka bekerja tidak digaji serta tidak pernah menerima uang hasil penjualan barang yang mereka ambil”, ungkapnya.

Lebih lanjut dituturkan Alex, karena merasa keputusan Majelis Hakim tidak adil dan cukup memberatkan Pihak keluarga terdakwa melalui kuasa hukumnya akan melakukan banding.

“Langkah kami akan mengajukan banding karena kami menilai putusan ini tidak adil dari pencari keadilan” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Hambali dan rekan-rekannya diduga telah menggasak aset gedung baru Pemda II milik pemerintahan daerah Kabupaten Karawang yang baru saja selesai dibangun dengan alasan untuk bertahan hidup karena upah mereka (Hambali dan rekan-rekannya) tidak dibayar.

Hambali diduga menggasak aset bangunan tersebut sehingga menimbulkan kerugian terhadap gedung tersebut, yang ditaksir mencapai Rp 3 miliar.

Hambali saat ditemui Tvberita.co.id beberapa waktu lalu, dibalik dinginnya jeruji besi menyatakan apa yang diperbuat ia bersama rekan-rekannya hanyalah semata-mata untuk bertahan hidup karena upah mereka belum dibayar.

Ia pun sempat menuntut upah kepada atasannya. Namun upah Rp 800 ribu miliknya dan beberapa rekan kerjanya tak juga dibayar. Alhasil ia mengaku terpaksa mencuri.

“Telat sampai dua minggu. Saya pernah tanya upah ke atasan tapi jawabannya belum ada. Saya tak punya uang lagi, jadi terpaksa mencuri,” ujarnya.(nna/ris)