Beranda Headline Dugaan Asusila terhadap Nenek di Telukjambe Dimediasi Secara Kekeluargaan

Dugaan Asusila terhadap Nenek di Telukjambe Dimediasi Secara Kekeluargaan

Telukjambe karawang
Kasus Asusila di Telukjambe Ditangani Aparat dan Dimediasi Warga (Foto: Istimewa)

KARAWANG – Pemerintah Desa Telukjambe memberikan klarifikasi terkait dugaan tindak asusila terhadap seorang nenek berusia sekitar 80 tahun yang terjadi di Dusun Sukamanah. Pihak aparat menegaskan bahwa kasus dugaan rudapaksa ini telah diselesaikan melalui mediasi kekeluargaan dengan melibatkan semua unsur masyarakat.

Kepala Dusun Sukamanah, Helili, mengonfirmasi bahwa peristiwa dugaan asusila tersebut benar terjadi pada Senin malam, 23 Juli 2025, sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah kejadian, aparat desa bersama Ketua RT, RW, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, dan warga setempat langsung melakukan penanganan awal.

Baca juga: Mahasiswi di Karawang Jadi Korban Kekerasan Seksual Guru Ngaji, Dinikahkan lalu Besoknya Dicerai

“Betul, semalam sekitar pukul 11 kurang telah terjadi dugaan rudapaksa. Kami langsung menggelar musyawarah antara korban dan pelaku dengan melibatkan semua pihak,” jelas Helili saat dikonfirmasi, Selasa (24/7/2025).

Helili menyampaikan, dalam proses mediasi, pemerintah desa turut memperhatikan kondisi psikologis korban yang mengalami trauma. Selain itu, warga setempat merasa resah atas terganggunya ketenangan lingkungan mereka akibat kasus dugaan tindak asusila ini.

“Kami bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat berkomitmen mencegah kejadian serupa melalui pembinaan dan langkah pencegahan sesuai norma dan aturan yang berlaku,” lanjutnya.

Helili juga mengklarifikasi bahwa sejumlah informasi simpang siur di masyarakat telah diluruskan dalam proses mediasi. Musyawarah dilakukan secara kekeluargaan dan disaksikan oleh keluarga korban, Babinsa, Bhabinkamtibmas, kepala desa, tokoh agama, serta ketua lingkungan.

Baca juga: Ibu di Karawang Suruh 6 Anak Kandung Ngemis, Sehari Bisa Dapat Rp 100 Ribu

“Korban diketahui hidup sendiri. Beliau pernah menikah, namun kini janda karena ditinggal wafat suaminya. Kesehariannya mengumpulkan barang bekas dan terkadang menerima bantuan dari warga sekitar,” tambah Helili.

Pemerintah desa berharap masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum diverifikasi, serta mendukung langkah penanganan yang telah dilakukan.

Dugaan tindak asusila di Telukjambe Kabupaten Karawang ini menjadi perhatian serius aparat dan warga, dan ke depan, fokus akan diarahkan pada pendampingan korban serta edukasi sosial sebagai langkah preventif. (*)