Beranda Headline Gara-gara Pertamina, Nelayan Pasirputih Rawan Pangan

Gara-gara Pertamina, Nelayan Pasirputih Rawan Pangan

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Ribuan nelayan di Pantai Pasirputih, Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon yang tercemar tumpahan minyak mentah dari sumur YYA-1 PHE ONWJ yang bocor mengalami rawan pangan. Hal ini diungkapkan Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Supriatna, di kantornya Jumat 31 Januari 2020.

“Nelayan Pasirputih merupakan nelayan spesialis rajungan. Hasil tangkapan mereka turun, meski kebocoran sumur YYA-1 sudah bisa dikendalikan Pertamina,” ujarnya.

Dikatakan dia, para nelayan rajungan asal Pantai Pasirputih, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang saat berunjuk rasa ke komplek perkantoran Pemkab Karawang, pekan lalu. Mereka mengeluhkan penurunan tangkapan kerena diduga habitat rajungan rusak oleh tumpahan minyak mentah.

Kata Supriatna, Pertamina sejauh ini baru memberikan uang kompensasi Rp 30 ribu per hari bagi nelayan. Dana tersebut dipastikan tidak bisa menutupi kebutuhan nelayan sehari-hari.

“Mereka sulit mencari tangkapan rajungan dan kemudian mengadu ke Pemerintah Kabupaten Karawang meminta bantuan pangan,” ujar Supriatna.

BPBD Karawang sendiri, kata dia, telah menyalurkan bantuan sesuai permintaan nelayan. Jenis bantuan itu di antaranya 2.624 kilogram beras untuk 2.916 jiwa yang disalurkan untuk kebutuhan tiga hari saja.

“Mereka mengajukan ke BPBD, kemudian kita rekomendasikan ke Dinas Pangan,” kata Supriatna.

Peristiwa yang dialami nelayan Pasirputih termasuk ancaman rawan pangan, sehingga pemerintah berkewajiban mengeluarkan cadangan pangan yang tersedia.

“Cadangan pokok pangan daerah, bisa dikeluarkan untuk daerah-daerah yang mengalami rawan pangan. Berbeda dengan cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikeluarkan hannya untuk kebutuhan tanggap darurat bencana,” pungkasnya. (ris/kie)

Artikel sebelumnyaDua Flyover Bekasi Resmi Dibuka, Anies-Pepen Tandatangani Prasasti
Artikel selanjutnyaBantah Ancam Panitia Pilkades, Dewan Gerindra Karawang: Saya Hanya Minta Hati-hati