Beranda Headline Heboh Pengurus PGRI Karawang Abai Prokes, Ketua Peradi Minta Satgas COVID-19 Bertindak

Heboh Pengurus PGRI Karawang Abai Prokes, Ketua Peradi Minta Satgas COVID-19 Bertindak

KARAWANG – Praktisi hukum Kabupaten Karawang, Asep Agustian, SH.,MH mengaku geram atas prilaku pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Karawang yang berjoget ria di tengah acara konferensi kerja pengurus PGRI Karawang pada Kamis (4/11), kemarin.

Dirinya menyayangkan atas kelakuan para pengurus PGRI Karawang, yang menurutnya mempertontonkan sikap kurang terpuji.

Pasalnya, menurut Asep, yang mereka lakukan itu bertepatan dengan masih berstatusnya Karawang di PPKM level 2. Di mana satgas COVID-19 kabupaten Karawangbmasih genca menjalankan kegiatan penyuluhan atas bahaya penularan COVID-19.

“Miris banget melihat tingkah mereka di video joget para pengurus PGRI Karawang bersama dua biduan organ tunggal sambil nyawer. Seharusnya, mereka memberikan contoh yang baik, bagaimana kalau video itu ditonton oleh anak-anak didik mereka. Di satu sisi, mereka menyuruh kepada anak-anak didiknya harus menjalankan prokes, tapi mereka sendiri malah mencontohkannya lain,” ungkap Asep.

Menurut Asep, yang juga ketua Peradi Kabupaten Karawang ini, sebenarnya joget itu tidak ada larangannya. Namun, harusnya mereka berpikir, saat ini Karawang masih berada di PPKM level 2.

“”Hargai dong petugas yang dilapangan, seperti TNI, Polri, Pol PP, Dishub, dan Dinkes Karawang, yang setiap hari siang dan malam masih melaksanakan kegiatan mengingatkan masyarakat Karawang tentang bahaya Covid 19 dan Prokes,” tegas Asep.

Lebih lanjut, Asep juga mendorong pihak satgas COVID-19 kabupaten Karawang, untuk menindaklanjuti peristiwa yang ada di video tersebut. Jangan sampai, kepercayaan masyarakat terhadap aparat Satgas COVID-19, luntur gara-gara hal itu tidak ditindaklanjuti oleh aparat berwenang.

“Saya apresiasi kepada Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono, yang sigap dalam menanggapi adanya video viral para pengurus PGRI Karawang yang joget bersama biduan organ tunggal sambil nyawer tanpa memperhatikan prokes, yang akan langsung mengecek kejadian tersebut,” pungkasnya.

Artikel sebelumnyaUpayakan Program Visioner, PGRI Karawang Gelar Konferensi Kerja
Artikel selanjutnyaAwal 2022, Komisi X DPR RI Dorong PTM Bisa 100 Persen