Beranda Headline Jelang Keberangkatan, Pangdivif 1 Kostrad Cek Kesiapan Pamtas Yonif PR 305 ke...

Jelang Keberangkatan, Pangdivif 1 Kostrad Cek Kesiapan Pamtas Yonif PR 305 ke Papua

Pangdivif 1 Kostrad, Mayjen TNI Agus Rohman saat memeriksa kelengkapan pasukan.

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 1 Kostrad, Mayjen TNI Agus Rohman, S.I.P., M.Si, mengecek kesiapan 450 prajurit Yonif Para Raider 305/Tengkorak jelang keberangkatan melaksanakan tugas pengamanan perbatasan (Pamtas) Mobile RI-Papua Nugini, Senin(4/10/2019).

 

Saat tiba di Mako Yonif Para Raider 305/Tengkorak, bintang dua jenderal tersebut disambut dengan mars kebanggaan satuan dan dibopong oleh para prajurit Raider. Sebelum mengecek prajurit Yonif yang akan melaksanakan tugas pamtas, Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 1 Kostrad terlebih dulu menerima paparan kesiapan Satgas Pamtas Yonif Raider 305/Tengkorak yang disampaikan oleh Komandan Satgas Pengamanan Perbatasan (Dansatgas Pamtas) RI-PNG Mayor Inf Fajar Akhirudin.

“450 pasukan yang disiapkan untuk melaksanakan perbatasan RI-PNG. Angkatan Darat menunjuk Batalyon 305 Tengkorak mengganti pasukan yang sudah ada disana,” ujar Pangdivif 1 Kostrad, Mayjen TNI Agus Rohman kepada Tvberita.co.id.

Dikatakan Agus, 450 pasukan tersebut akan ditugaskan selama 9 bulan dengan misi untuk menjaga wilayah perbatasan RI-Papua Nugini. Diantaranya komposisi dengan empat titik hingga sembilan titik tergantung kebutuhan di lapangan.

“Penugasan bisa November akan diberangkatkan, untuk tanggal belum pasti menunggu pengecekan persiapan personel dari pimpinan. Kalau dari latihan dan kemampuan sudah cukup, jadi sekarang hanya melengkapi apa yang kurang,” paparnya.

Dirinya berpesan kepada Satgas Pamtas 450 prajurit Yonif Para Raider 305/Tengkorak agar selalu memperhatikan faktor keamanan baik personel maupun materil dan diharapkan keberhasilan dalam melaksanakan tugas akan tercapai. Serta melaksanakan kegiatan teritorial dalam membantu warga di sekitar wilayah penugasan.

“Baik-baiklah dengan rakyat, harus bisa mengajak masyarakat juga untuk bersama-sama menjaga kedaulatan negara ini. Bukan hanya sekedar tentara komponen utama, tapi masyarakat sekitar sana harus kita ajak. Barang siapa dekat dengan rakyat akan simpati kepada kita, membantu menjaga perbatasan itu,” pungkasnya.(ris)