Beranda Headline Karawang Jadi Pilot Project Dunia Kerja, Calo Siap-siap Gigit Jari

Karawang Jadi Pilot Project Dunia Kerja, Calo Siap-siap Gigit Jari

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Kabupaten Karawang tidak hanya dikenal dengan kota lumbung padi, kini kota pangkal perjuangan ini dikenal masyarakat luar juga sebagai kota industri.

Di mana tentunya hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dari kabupaten atau kota lain, yang berbondong-bondong datang ke Karawang, dengan harapan bisa mendapatkan pekerjaan.

Kondisi ini kemudian membuat persaingan untuk bisa bekerja di perusahaan atau pabrik dengan Upah Minimum tertinggi se Indonesia ini pun semakin ketat. Lowongan pekerjaan pun semakin sulit.

Situasi yang semakin ketat dan sulit untuk mendapatkan pekerjaan membuat masyarakat yang putus asa dan memilih mengandalkan jasa calo hanya untuk bisa bekerja.

Ada memang yang beruntung, namun tak sedikit pula yang ‘buntung’ atau tertipu.

Demikian dikatakan Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang, Asep Syaripudin. Lantas, ia mengimbau dan meminta masyarakat untuk bisa lebih berhati-hati lagi, jangan sampai masuk ke dalam jeratan dan tipu daya calo.

Komisi IV menilai memberantas maraknya percaloan tenaga kerja bukanlah suatu keniscayaaan.

Akan tetapi, belum adanya peran maksimal dari pemerintah daerah Kabupaten Karawang itu sendiri, membuat oknum-oknum calo ini bebas berkeliaran mencari mangsanya.

Menurut Komisi IV, Jika ada jalinan sinergitas yang kuat antara seluruh perusahaan (HRD) dengan Pemerintahan Daerah Kabupaten Karawang, yakni Dinas terkait dan DPRD. Sistem percaloan ini bisa diminimalisir, bahkan diputus mata rantainya.

“Karena di dalam proses rekrutmen pekerjaan ini juga kadang-kadang ada oknum dari dalam perusahaan yang bermain. Harus ada sinergitas menyamakan persepsi di dalam proses rekrutmen untuk memutus mata rantai percaloan,” kata Asep Syaripudin, kepada tvberita, Rabu (5/2).

Namun, lanjut Asep, masalahnya adalah fakta di lapangan justru masyarakat sendiri mewajarkan masuk kerja ke perusahaan atau pabrik dengan mengunakan sejumlah uang selama kedua belah pihak suka sama suka.

“Justru ini yang salah sebenernya, kami Komisi IV meminta masyarakat untuk tidak percaya jika ada yang mengiming-imingi kerja dengan sejumlah uang,” sesalnya.

Lebih lanjut Asep menerangkan, saat ini Kabupaten Karawang menjadi pilot project, program Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia tentang portal sistem informasi proses rekrutmen tenaga kerja, di mana portal informasi ini bisa diakses oleh seluruh masyarakat Kabupaten Karawang yang terdiri dari 30 kecamatan, 309 Desa dan 12 Kelurahan.

“Misalnya begini, proses rekrutmen memang satu pintu di Disnaker, misalnya PT. X melakukan tes di sana, tetapi hasilnya tidak langsung, nunggu seminggu. Nunggu tiga hari. Nah dengan sistem informasi manajemen ini, begitu selesai melakukan tes tulis langsung hasilnya kelihatan dan transparansi,” ujar Asep mencontohkan.

Asep pun berharap sistem informasi yang di desain oleh Disnaker ini, dapat benar-benar terealisasi. Sehingga tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban oknum percaloan.

“Kami mendorong kepada Disnaker untuk segera merealisasikan sistem informasi manajemen tentang proses rekrutmen tenaga kerja tersebut,” pungkasnya. (nna/kie)