Beranda Headline Karawang Lagi-lagi Banjir, Pemkab Tak Belajar dari Pengalaman

Karawang Lagi-lagi Banjir, Pemkab Tak Belajar dari Pengalaman

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Siklus banjir lima tahunan terjadi lagi tahun ini. Namun, alih-alih belajar dari pengalaman, Pemkab Karawang tampaknya tidak mencermati pola perencanaan Pengurangan Risiko Bencana (PRB).

ForkadasC+ (Forum Komunikasi Daerah Aliran Sungai Citarum) yang selama ini fokus pada isu-isu lingkungan memberi rekomendasi program PRB. Mereka menegaskan, program PRB harus dijalankan sebagai prioritas perencanaan pembangunan.

“Prioritas tersebut menyangkup pula dengan lima poin keberlangsungan yang tengah menjadi sorotan,” kata Sekretaris Umum ForkadasC+, Yuda Febrian Silitonga.

Kunci dalam pengurangan risiko bencana, kata Yuda, tidak boleh melupakan lima poin sebagai prioritas ekologis dalam Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).

Lima poin tersebut adalah Pegunungan Sanggabuana, Karst Pangkalan, Daerah Aliran Sungai (DAS) Karawang, Lahan Pertanian Abadi, dan Kawasan Pesisir.

“Menjaga, melestarikan keberlangsungan tidak terlepas dari poin-poin tersebut, tentunya menjadi kunci dalam pengurangan risiko bencana,” katanya.

Pemerintah juga perlu menjaga, merawat, menghentikan eksploitasi, juga merehabilitasi wilayah yang memang memberikan sumbangan daya dukung, dan daya tampung lingkungan hidup di Karawang.

“Bukan itu saja, Sistem Peringatan Dini
atau Early Warning System (EWS) banjir perlu segera diterapkan oleh dinas atau kelembagaan terkait kebencanaan. Melihat dari pengalaman banjir, EWS tidak dijalankan semestinya sebagai pola tanggap darurat juga PRB,” sambungnya.

Yuda mengatakan, banjir ini pula, tidak terlepas dari krisis iklim secara global. Di mana suhu bumi mengalami kenaikan, karena emisi karbon, juga kerusakan lingkungan hidup meningkat setiap tahunnya. Secara disadari, perubahan iklim dirasakan oleh masyarakat Karawang.

“Terbukti dengan intensitas hujan meningkat, juga musim panas meningkat,” tutupnya. (fzy/kie)