Beranda Headline Kasus Dugaan Penyuapan yang Menyeret Nama Wabup Mengendap, Asep Kuncir: Segera Tuntaskan

Kasus Dugaan Penyuapan yang Menyeret Nama Wabup Mengendap, Asep Kuncir: Segera Tuntaskan

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Pelaporan Jejen Afandi terkait dugaan penyuapan yang dilakukan Ahmad Zamakhsyari (Jimmy) kembali dipertanyakan.

Pasalnya, sejak Jejen melakukan pelaporan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, sampai saat ini masyarakat masih menunggu kelanjutan atas laporan yang dilakukan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang periode 2004-2009 tersebut.

Pemerhati politik dan pemerintahan, H. Asep Agustian, MH, mempertanyakan mandeknya penanganan laporan yang dilaporkan sejak 2016 lalu.

“Ini perkara tidak jelas juntrungannya. Padahal sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang pernah membentuk tim khusus penanganan kasus dugaan penyuapan yang melibatkan Wakil Bupati Karawang saat masih menjadi pemborong yang dilaporkan oleh mantan anggota DPRD periode 2004-2009, Jejen Afandi. Keputusan pembentukan tim penanganan kasus diambil setelah Kejari Karawang melakukan gelar kasus secara internal bersama Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) yang menghasilkan putusan laporan Jejen akan diproses di Kejari Karawang,” ulas Asep yang akrab disapa Asep Kuncir.

“Tak hanya itu, Komisi Ombudsman Republik Indonesia (RI) juga pernah mengunjungi kantor Kejaksaan Negeri Karawang untuk mempertanyakan kasus laporan Jejen Afandi,” sambungnya.

Asep mengaku heran, sebab laporan kasus ini sudah mengendap selama tiga tahun. “Kejari Karawang sampai sekarang tidak dapat memberikan kejelasan, sehingga publik sampai kapan pun akan mempertanyakan,” katanya.

Jejen, kata Asep, melaporkan dugaan kasus penyuapan sebagai upaya mencari keadilan. Karena Jejen selaku penerima suap divonis bersalah, sementara pemberi suap bisa lolos.

“Padahal ketentuan Pasal 5 jo. Pasal 12 huruf a dan huruf b Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, baik pelaku, pemberi, maupun penerima harus dikenakan sanksi pidana,” jelasnya.

“Tapi nyatanya kan dalam kasus suap ini baru penerimanya saja yang menanggung risiko hukum.”

Lebih lanjut, Askun meminta Kejari Karawang agar segera dapat menuntaskan perkara yang dilaporkan oleh Jejen Afandi.

“Saya percaya dengan kredibilitas serta integritas Kejari Karawang yang sekarang. Pasti mampu menuntaskan perkara yang sudah terkatung-katung sekian lama ini. Padahal sejak dilaporkan, sudah berganti beberapa Kepala Kejaksaan Negeri.”

“Apa lagi ini merupakan perkara korupsi, bukan delik aduan. Jadi, demi marwah dan integritas lembaga Kejaksaan, segera tuntaskan perkara ini. Jika penerima suapnya sudah menjalani hukuman, tinggal pemberi suapnya yang belum,” tutupnya. (fzy)