Beranda Headline Ketua DPC PPP Karawang Buka-bukaan Soal Dukungan ke Jenal dan Pangkal Perjuangan

Ketua DPC PPP Karawang Buka-bukaan Soal Dukungan ke Jenal dan Pangkal Perjuangan

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Deklarasi Ketua DPC PPP Kabupaten Karawang, Lina Sugiharti, menimbulkan banyak pertanyaan.

 

Terutama terkait dukungan yang sebelumnya diberikan DPC PPP ke bakal calon bupati H. Jenal Aripin. Juga soal jumlah kursi PPP yang jauh dari syarat pencalonan.

Di sela acara deklarasi, Kamis (21/11) di Lina Sugiharti Center, bakal calon bupati dari PPP, Lina Sugiharti menjawab pertanyaan tersebut.

“Saya mencalonkan diri atas sepengetahuan Ketua DPW PPP Jawa Barat. Tidak ujug-ujug atas nama pribadi. Ada kajian, survei elektabilitas, dan masukan. Betul-betul sudah dipikirkan dengan matang,” katanya.

Di provinsi, partainya tidak melihat berapa jumlah kursi yang dimiliki di kabupaten.

“Kalau ada keinginan untuk maju, saya didukung penuh. Saya disuruh duduk manis. Di PPP sudah terbentuk tim. Ada tim khusus untuk melobi dari tingkat kabupaten, provinsi, sampai pusat. Sebab, meski saya maju dari jalur partai dan kebetulan ketua partai, rekomendasi dan izin tetap dari tingkatan atas (DPP PPP),” katanya.

Sementara itu, terkait dukungan yang sebelumnya jatuh ke H. Jenal Aripin, PPP menegaskan kalau mendukung tidak berarti mengusung. “Kalau mengusung, nanti kalau ke KPU. Tapi ini tidak mengurangi persahabatan kami dengan H. Jenal. Di politik kan fleksibel dan dinamis,” imbuhnya.

Partai secara khusus juga telah menugaskan Sekretaris PPP Dedi Rustandi untuk melakukan komunikasi dengan Fraksi Pangkal Perjuangan (PPP, Nasdem, Hanura, PAN, PBB) yang mengantongi tujuh kursi. Namun, Lina mengakui belum berkomunikasi dengan koalisi partainya di parlemen.

“Setelah ini selesai (deklarasi), komunikasi akan dibangun,” katanya.

Melalui komunikasi ini, Lina menyiratkan bukan tidak mungkin koalisi yang terbangun di Fraksi Pangkal Perjuangan akan berlanjut di kontestasi Pilkada.

Lina juga secara terbuka mengatakan, target sebagai calon bupati bukan harga mati. “Di politik saya tidak boleh egois. Saya harus fleksibel,” katanya.(fzy)