Beranda Headline Komisi IV DPRD Ingatkan Sekolah Supaya Tidak Jual Beli Seragam

Komisi IV DPRD Ingatkan Sekolah Supaya Tidak Jual Beli Seragam

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang, ingatkan Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang dalam hal ini adalah Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Karawang (Disdikpora) untuk tidak melakukan pungutan ataupun penjualan dalam bentuk apapun kepada siswa-siswi di sekolah.

 

Sebagaimana tertuang dalam Permendikbud Nomor 44 /2012 tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan Pada Satuan Pendidikan Dasar.

Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, dikhawatirkan akan adanya dobel anggaran dimana dalam Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pun sudah dianggarkan, sementara disisi lain masyarakat juga dibebani.

Karena jelas aturannya bahwa pendidikan dasar telah dijamin oleh pemerintah meskipun kemampuan daerah tidak serta merta sesuai harapan.

“Dalam hal penjualan seragam batik sekolah ini misalnya, tentunya saja perlu di telaah lebih lanjut apakah setiap sekolah sudah bersosialisasi atau belum dengan pihak komite sekolah, meski dengan alasan butuh keseragaman,” ujar Endang mengingatkan.

Diungkapkan Endang, Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diberikan pemerintah pusat untuk BOS tahun 2019 termasuk besar yaitu mencapai hingga Rp. 1 Triliyun lebih. Dan dari APBD Kabupaten Karawang mencapai Rp. 130 Miliar.

“Sehingga jelas, untuk membeli seragam batik sekolah ada didalamnya, DAK khusus diperuntukan untuk kesejahteraan guru dan kebutuhan lainnya dan untuk peningkatan mutu kegiatan sekolah kita alokasikan dari APBD Karawang sebesar Rp.70 Miliar. Termasuk Rp. 78 miliar Dana APBD untuk menggaji pegawai honorer. Sehingga total anggaran pendidikan di Kabupaten Karawang mencapai total Rp. 1, 2 triliyun lebih,” ungkap Endang memaparkan.

Endang juga menegaskan jika pihaknya akan mengundang Disdikpora untuk meminta penjelasan. Terkait beredarnya kabar dugaan Disdikpora mengambil alih penjualan baju batik di sekolah -sekolah sekabupaten Karawang.

“Meski dengan alasan menyeragamkan baju batik bagi para siswa sekolah tahun ajaran baru tahun 2019-2020, Tentu bagi keluarga yang tidak mampu ini akan sangat memberatkan, Insya Allah kita akan undang dan akan kita tanyakan,” ulasnya lagi.(nna/ris)

Komentar Facebook