Beranda Headline Komnas PA Jabar Minta Polisi Usut Tuntas Prostitusi Online di Karawang

Komnas PA Jabar Minta Polisi Usut Tuntas Prostitusi Online di Karawang

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Kasus Pembunuhan terhadap Oci di sebuah hotel Karawang, yang diduga sebagai wanita penjaja seks online diharapkan menjadi kunci masuk untuk membongkar kasus prostitusi online dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Karawang.

 

Hal tersebut diungkapkan Wawan Wartawan, Wakil Ketua Komnas Perlindungan Anak Propinsi Jawa Barat. Pihaknya meminta Polisi serius mengusut kasus prostitusi online yang sudah semakin berkembang pesat di Karawang.

“Kematian oci diharapkan menjadi pintu masuk untuk membongkar kasus prostitusi lainnya,” ujar Wawan kepada Tvberita.co.id, Rabu(16/10/2019).

Prostitusi online yang banyak dijajakan melalui aplikasi Michat, WeChat, Line maupun FB hari ini sudah berkembang sangat pesat, tidak hanya melibatkan orang dewasa tapi juga sudah melibatkan anak dibawah umur.

“Kita tidak ingin disaat ekonomi susah seperti sekarang anak-anak kita terjerumus pada kegiatan prostitusi untuk mereka bisa bertahan hidup. Polisi juga diminta untuk mengembangkan kasus tersebut ke pidana TPPO, karena mereka dalam menjajakan layanan seksnya melibatkan perantara atau mucikari, kita minta polisi menjerat pelaku mulai dari penjaja seks, pengguna layanan sampai ke mucikarinya,” paparnya.

Selain itu, Wawan meminta pemkab melakukan pengawasan dan penertiban terkait Hotel, Penginapan Melati dan Kost-kostan yang disinyalir digunakan sebagai tempat mereka melakukan kegiatan prostitusi online.

“Hasil informasi dan pendalaman yang dilakukan, kegiatan prostitusi online tersebut banyak dilakukan juga di hotel-hotel besar yang ada di Karawang, selain hotel-hotel kelas menengah dan bawah. Kita minta satpol PP juga untuk melakukan penertiban,” katanya.

Terakhir Wawan berharap masyarakat bersikap proaktif dan peduli, segera melaporkan kejadian-kejadian yang aneh dan mencurigakan di sekitar ke aparat terdekat.

“Karena kita lihat kost-kostan dan penginapan transit juga berada di pelosok perkotaan, dan selain itu Wawan minta pemkab secara rutin melakukan monitoring terhadap layanan-layanan pijat atau spa dan karaoke yang ada di Karawang, karena disinyalir tempat-tempat terebut menyediakan layanan seks secara terselubung,” pungkasnya.(KB)

Artikel sebelumnyaPemkab Karawang Bahas UKL UPL, MKB: Tutup Total Atlasindo Utama
Artikel selanjutnyaRPJMD Karawang Ada Kabupaten Tidore Terpampang di Website Resmi Bappenas