Beranda Headline Kompensasi Pertamina Tak Sesuai Harapan, Nelayan Karawang Mau Demo Istana Negara

Kompensasi Pertamina Tak Sesuai Harapan, Nelayan Karawang Mau Demo Istana Negara

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Ratusan nelayan di Dusun Pasirputih, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang bakal menggelar aksi demo ke Istana Negara.

 

Hal itu disebabkan besaran ganti rugi kompensasi Pertamina, dianggap tak manusiawi. Terlebih PHE-ONWJ hanya memberikan kompensasi sebesar Rp. 30 ribu/hari selama 2 bulan kepada seluruh nelayan yang terdampak tumpahan minyak, di laut Karawang.

“Kompensasi ini tidak sesuai harapan. Seolah-olah, kompensasi ini sifatnya hanya sebagai peredam saja. Pertamina tidak serius, menghitung kerugian yang dialami nelayan, yang terdampak cemaran limbah minyak itu,” ungkap Manager TPI Pasirputih, Nurjaya, kemarin, (12/9).

Dikatakan dia, PHE-ONWJ harus mengkaji dengan serius. Berapa kerugian yang dialami warga yang terdampak cemaran limbah minyak, dari anjungan YYA-1 di laut Karawang tersebut.

“Masa iya, cuma Rp. 30 ribu dikali 2 bulan. Atau sekitar Rp. 1,8 juta saja,” ketusnya.

Dirinya mengaku tak paham, apakah kompensasi yang sudah dicairkan itu, merupakan tahapan-tahapan yang dimaksud PHE, atau memang sebatas peredam saja. Terlebih kompensasi yang idealnya setara UMR Karawang, justru dibayar hanya Rp. 900 ribu per bulan. Parahnya, kompensasi tersebut di gebuk rata. Antara nelayan, petani tambak hingga pelaku pengolah perikanan.

“Gimana sih menghitungnya? Ini mah jauh dari harapan. Atau dari apa yang dibutuhkan nelayan,” ujarnya.

Lebihlanjut Nurjaya mengungkapkan, pihaknya berfikir perlu untuk melakukan aksi demo ke istana negara. Sebagai bentuk protes, atas kompensasi yang diberikan PHE-ONWJ itu.

“Kita pernah demo urusan perompak laut. Nanti, kita kumpulkan lagi pasukan, ke istana. Masa, kita diam saja,” pungkasnya.
Sebelumnya, PT Pertamina Hulu Energi, melalui anak usahanya, PT Offshore North West Java (ONWJ), merealisasikan pembayaran kompensasi tahap awal kepada 10.271 warga terdampak tumpahan minyak sumur YYA-1.

Kompensasi awal disepakati senilai Rp. 900 ribu per warga setiap bulan, selama dua bulan periode terdampak, yakni Juli-Agustus 2019.

Direktur Pengembangan PHE, Afif Saifudin mengatakan, total dana untuk pembayaran kompensasi tahap awal senilai Rp. 18,54 miliar.

Pembayaran kompensasi awal dari PHE ONWJ ini untuk memberikan dana penyangga terlebih dahulu untuk warga terdampak langsung, mengingat dampak tumpahan minyak sudah berjalan dua bulan.

“Nilai kompensasi yang diajukan warga terdampak masih dilakukan proses perhitungan sehingga memerlukan waktu lebih banyak dan untuk menjaga proses ini berjalan sesuai aturan dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Afif dalam keterangan resmi, Rabu, (11/9) kemarin.(kb)

Komentar Facebook