TVBERITA.CO.ID – Sebuah studi terbaru mengungkap fakta menarik tentang kebiasaan perempuan dalam menilai dirinya sendiri. Penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan cenderung mengkritik diri mereka hingga delapan kali dalam sehari. Kritik diri ini meliputi berbagai aspek, mulai dari penampilan fisik hingga kinerja dalam pekerjaan atau kehidupan pribadi.
Baca juga: Mengintip Gaya Hidup Minimalis Generasi Satori di Jepang
Salah satu penyebab utama munculnya kebiasaan ini adalah tekanan sosial dan budaya yang menuntut perempuan untuk tampil sempurna di segala bidang. Harapan tinggi tersebut sering kali memicu rasa tidak puas terhadap diri sendiri, meskipun kenyataannya mereka telah melakukan yang terbaik.
Studi ini juga menyoroti peran media sosial sebagai pemicu utama. Konten di media sosial sering kali memuat gambaran ideal tentang kehidupan yang sempurna, baik dalam hal penampilan, gaya hidup, maupun pencapaian. Akibatnya, banyak perempuan merasa perlu membandingkan diri dengan standar-standar yang tidak realistis tersebut, yang pada akhirnya memperburuk persepsi mereka terhadap diri sendiri.
Namun, para ahli menyarankan agar perempuan mulai membangun kebiasaan yang lebih positif dalam melihat diri sendiri. Salah satu caranya adalah dengan melatih diri untuk bersikap lebih menerima dan menghargai pencapaian yang telah diraih. Selain itu, mengurangi waktu yang dihabiskan di media sosial dan fokus pada kegiatan yang mendukung kesehatan mental juga dapat membantu mengurangi kecenderungan ini.
“Kritik diri sebenarnya bisa menjadi alat untuk introspeksi, tetapi jika dilakukan secara berlebihan, hal ini justru dapat merusak rasa percaya diri,” ujar seorang psikolog yang terlibat dalam penelitian tersebut. Ia menekankan pentingnya lingkungan yang suportif untuk membantu perempuan menghadapi tekanan ini.
Baca juga: Rahasia Bangun Jam 5 Pagi untuk Hidup Lebih Produktif dan Berkualitas
Dengan memahami penyebab dan dampaknya, diharapkan perempuan dapat lebih sadar akan kebiasaan ini dan mulai menerapkan langkah-langkah untuk menghentikan siklus kritik diri yang berlebihan. (*)









