Beranda Headline Memalukan! Baru Diresmikan Bupati, Jembatan Unsika Sudah Rusak

Memalukan! Baru Diresmikan Bupati, Jembatan Unsika Sudah Rusak

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Jembatan di jalan HS. Ronggo Waluyo, Desa Puseurjaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat, atau yang dikenal dengan Jembatan Unsika, rusak terbawa erosi air hujan, Sabtu (28/12).

Padahal, jembatan yang pembangunannya menghabiskan anggaran APBD Karawang sebesar Rp1,5 Miliar ini diketahui baru saja diresmikan dengan meriah oleh Bupati Karawang Cellica Nurrachadianna, dengan jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) serta para Kepala OPD se- Kabupaten Karawang pada hari Jumat (27/12).

Sangat disayangkan, jembatan yang dibangun oleh CV Mutiara Bersinar ini merupakan akses penting bagi warga sekitar maupun masyarakat umumnya, namun seolah dibangun asal-asalan.

Sementara anggaran yang dikeluarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tidaklah sedikit.

Menanggapi hal tersebut, Komisi III DPRD Kabupaten Karawang sangat menyayangkan pembangunan jembatan Unsika ini sudah rusak, padahal baru saja diresmikan bupati dan jajarannya.

Tentunya saja, kata Anggota Komisi III Fraksi PDIP, Pipik Taufik Ismail, ini merupakan teguran keras dan hal yang memalukan bagi Pemerintahan Daerah Kabupaten Karawang.

Seharusnya sebuah proyek itu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap pengerjaannya.

“Terlebih lagi, menghadapi musim penghujan seperti sekarang ini, seharusnya Dinas PUPR dapat memprediksi dan mengkaji apa dampaknya, dan Bupati pun jangan hanya mendengar sepihak dari anak buahnya, bahwa ini sudah beres, ini sudah beres, jadi harus benar-benar dilakukan peran pengawasannya,” kata Pipik menandaskan.

Menurut Pipik, rusaknya jembatan Unsika ini jelas karena kurangnya kajian yang matang dari pihak konsultan dan dinas terkait. Atau bahkan bisa saja diduga pengerjaan yang dilakukan ini asal-asalan karena tidak mengikuti pekerjaan sesuai spek yang dibuat.

Oleh karenanya, Pipik menegaskan, Bupati harus turun lagi ke lapangan, mengecek secara langsung kondisi yang terjadi dari pembangunan jembatan tersebut.

“Ya, kami berharap Bupati turun langsung melihat, jangan hanya meresmikan saja,” tandas Pipik.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, Komisi III pun akan segera melihat langsung ke lokasi, dan memanggil pihak pelaksana pekerjaan dan dinas PUPR untuk meminta penjelasan dari mereka seperti apa.

“Kita akan panggil secepatnya, untuk meminta penjelasan mengapa bisa terjadi seperti itu,” pungkasnya. (nna/kie)