Beranda Headline Mengatasnamakan Warga Buka Atlasindo, Tanda Tangan 4 Kades Ditolak DLHK

Mengatasnamakan Warga Buka Atlasindo, Tanda Tangan 4 Kades Ditolak DLHK

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Surat bertandatangan 4 Kepala Desa dipertanyakan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang, karena bersifat sepihak.

 

Pasalnya, surat tersebut mengatasnamakan warga masyarakat desanya masing-masing untuk membuka kembali PT. Atlasindo dengan alasan perusahaan tersebut merupakan tempat warga desa sekitar mencari penghidupan.

Sementara yang diminta DLHK adalah bukanlah tanda tangan pernyataan Kepala Desa namun tanda tangan asli warga masyarakat desa masing-masing, lengkap dengan kejelasan nama dan alamatnya atau sesuai KTP.

Kepala DLHK Wawan Setiawan mengatakan, jika PT. Atlasindo Utama ingin beroperasi kembali ada beberapa tahap proses yang harus ditempuh. Dan tahap awal adalah persetujuan warga masyarakat 4 desa.

“Kami tidak meminta persetujuan kepala desa namun tanda tangan masyarakat yang diketahui oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan, jadi sekali lagi yang kami minta adalah tanda tangan masyarakat bukan kepala desa,” ujar Wawan menjelaskan.

Dan dari hasil klarifikasi kepada empat Kepala Desa, lanjut Wawan, pihaknya menyimpulkan bahwa jika memang masyarakat setuju PT. Atlasindo Utama dibuka kembali, DLHK meminta data lengkap warga sesuai dengan nama dan alamatnya.

Untuk kemudian, lebih lanjut Wawan menerangkan, PT. Atlasindo harus menyelesaikan terlebih dahulu permasalahan sosialnya dengan masyarakat, seperti CSR, dana kompensasi dan lain-lain.

“Kami ingin Atlasindo menyelesaikan terlebih dahulu permasalahan sosialnya, baru kemudian kita menginjak ke tim teknis dengan mendatangkan tim ahli pertambangan dan energi dari kementerian, untuk melihat apakah PT. Atlasindo bisa dibuka kembali atau seperti apa,” paparnya lagi. (nna/kie)