Beranda Headline Pasca Insiden Bocah Tenggelam, Kades Ragu dengan Perizinan Waterpark De Keraton Bay

Pasca Insiden Bocah Tenggelam, Kades Ragu dengan Perizinan Waterpark De Keraton Bay

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Kepala Desa Duren, Abdul Halim menanggapi adanya korban meninggal seorang anak berusia 12 tahun, Sabtu (09/02/2019) di Waterboom De’Keraton Bay, Desa Pancawati, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang.

Menurut dia, dirinya meragukan perizinan tempat Wisata kolam renang tersebut. Pasalnya, apakah perizinannya Legal atau Ilegal dan pihak pengelola sangat berani jika seandainya ijin tersebut belum selesai.

“Jadi yang saya pertanyakan itu, apakah ijin daripada keberadaan waterboom De’Keraton tersebut Legal atau Ilegal, itu yang akan saya pertanyakan ke pemerintah daerah, kalau seandainya tidak ada ijin, ijinnya dallam tahap penyelesaian, terlalu berani dong, sudah mengambil tiket, tanda masuk,” ujarnya kepada Tvberita.co.id.

Dikatakan Halim, bahwa korban yang bernama Ramdan itu tersedot alat blower, karena kelalaian dari pengelola.

“Saya tidak mau berpolemik, artinya kalau memang itu musibah, kami bisa terima, tetapi ini benar nggak, Waterboom De’ Keraton ini, yang pertama itu tentang perizinan water boom tersebut, itu sesuai dengan prosedur atau tidak,” ungkapnya.

Tidak hanya perizinan, dirinya mempersoalkan karcis yang digunakan sebagai tanda masuk ke Waterboom De’Kraton, apakah karcis tersebut diketahui oleh Pemerintah Daerah (Pemda) yang menjadi PAD di bidang Pariwisata.

“Karcis itu dikeluarkan oleh Waterboom itu sendiri atau atas saran dari Pemerintah Daerah (Pemda), sehingga menjadikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di bidang Pariwisata. Kalau memang itu ternyata misalkan dia memang menarik, artinya biaya masuk setiap karcis itu pasti terdaftar, bahwa pengunjung di Waterboom tersebut adalah dilindungi oleh asuransi, apalagi ini nominalnya cukup besar, karena sedang terjadi promo. Kalau hari hari biasa itu menurut informasi yang saya dengar di angka 25 sampai 40 ribu, kemarin itu karena sedang promo ditarik sekitar 15 ribu itu harus jelas, harus dilindungi oleh asuransi, itu adalah hak-hak korban yang harus di dapatkan melalui berkunjung ke lokasi tersebut,” pungkasnya.(KB)

Komentar Facebook