Beranda Headline Pemkab Karawang Layangkan Surat Teguran ke PT Chunetsu

Pemkab Karawang Layangkan Surat Teguran ke PT Chunetsu

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Atas dasar laporan dari masyarakat, Wakil Bupati Karawang H. Ahmad Zamakhsyari, didampingi Kadisnaker dan Kadisdukcatpil Kabupaten Karawang mendatangi PT. Chunetsu untuk menindaklanjuti dan duduk bareng dengan pihak managemen perusahaan yakni Ibu Dian.

Namun, tindaklanjut yang hendak dilakukan Wakil Bupati beserta rombongan tidak membuahkan hasil, Pasalnya Ibu Dian yang dicari tak kunjung datang, dengan alasan yang disampaikan pihak satpam perusahaan sedang beristirahat makan siang diluar.

Kepada awak media, Wakil Bupati mengungkapkan PT. Chunetsu adalah perusahaan baru, dengan jumlah karyawan hanya sekitar 40 sampai 50 orang dan semua karyawannya adalah orang luar Karawang.

Dan kehadiran Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang diperusahaan tersebut, bukan karena anti orang luar. Namun hanya menuntut asas keadilan.

“Kalau karyawannya 50 ya, 15 orang luar 35 orang Karawang, itukan baru adil, jadi kami kesini sudah memenuhi aspirasi keinginan warga,” ujarnya.

Dikatakan Kang Jimmy ,meski pihak managemen yang dicari yakni Ibu Dian tidak ada, bukan berarti persoalan ini dianggap selesai.

Karena dirinya sudah minta kepada Kadisnaker untuk membuat surat teguran kepada PT. Chunetsu.

“Surat teguran pertama mungkin akan dilayangkan besok, kemudian surat teguran kedua dan surat teguran ketiga,” tandasnya.

Dan jika surat teguran tersebut tetap tidak diindahkan, maka Pemda, lanjut Kang Jimmy menegaskan, pemda akan mengevakuasi karyawan yang tidak didaftarkan kepada Disnaker atas nama Peraturan Daerah No 1/2011.

“Pemda Karawang welcome baik kepada orang Jawa atau Batak sekalipun, selama itu orang Indonesia, tapi khusus PT. Chunetsu jika surat teguran ketiga ini tidak diindahkan akan kami deportasi tenaga kerja asingnya jika surat ijinnya tidak lengkapi, akan kita cek surat-surat administrasinya seperti apa, pembuangan limbahnya seperti apa, air bawah tanahnya seperti apa, jadi tolong saling menghormati saja, kami kesini atas petunjuk pimpinan kami, kami tidak meminta uang semata-mata hanya untuk memenuhi aspirasi anak-anak muda yang ada didesa ini,”pungkasnya memaparkan dengan tegas

Menambahkan pernyataan Wakil Bupati Karawang, Kadisnaker H. Ahmad Suroto mengatakan bahwa sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia tentamg Ketenagakerjaan Nomor 100 tahun 2004 dan Perda Nomor 1/2011 bahwa perusahaan wajib mencatatkan tenaga kerja ke Disnaker.

Dan PT. Chunetsu menurut Suroto merupakan perusahaan yang bandel, yang tidak mencatatkan karyawannya kepada Disnaker.

“Dan menyangkut dengan dokumen ketenagakerjaan lainnya sampai sekarang yang menyangkut dengan kontrak dengan pihak ketiga, penyediaan jasa pekerja, apakah itu menyangkut dengan sekurity nya, cleaning servisnya dan penyediaan Catehringnya sampai sekarang belum ada laporannya,” katanya menerangkan.

Dan menyangkut dokumen tenaga kerja asing, Kadisnaker mengaku belum bisa melakukan pemeriksaan karena salah satu dokumennya ada di pihak managemen yakni Bu Dian, untuk melihat apakah tenaga kerja asing yang ada ini sudah mempunyai Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) atau belum.

“Dan yang paling penting adalah lapor keberadaan ke Disnaker, jika sejak keluar IMTA tidak melaporkan ijin kepada Disnaker, maka mereka akan terkena pelanggaran Undang – undang Nomor 13/2003 dengan ancaman satu sampai dengan 5 tahun penjara atau denda hingga Rp. 500 juta,” pungkasnya.(nna/ris)

Komentar Facebook