Beranda Headline Penuhi Ketersediaan, Distributor dan Kios Teken Penyaluran Pupuk Bersubsidi

Penuhi Ketersediaan, Distributor dan Kios Teken Penyaluran Pupuk Bersubsidi

PURWAKARTA, TVBERITA.CO.ID- Distributor pupuk bersubsidi wilayah Jawa Barat menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli dengan para pemilik kios, Rabu (27/2) di Purwakarta.

 

Penandatanganan itu bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi ini, disaksikan langsung Dirjen PSP Kementerian Pertanian Sarwo Edhy dan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat.

Sebanyak 24 distributor dan 476 kios yang berlokasi di Purwakarta, Subang, Karawang dan Bandung ini merupakan distributor yang berada di bawah koordinasi anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), yakni PT Pupuk Kujang dan Petrokimia Gresik.

Ada pun total jumlah distributor di wilayah Jabar adalah sebanyak 131 distributor dan 3.807 kios resmi pupuk bersubsidi.

“Kami mohon dukungan berbagai pihak, terutama aparat untuk mengawal distribusi pupuk bersubsidi. Sehingga tidak ada penyalahgunaan pupuk bersubsidi dan sesuai dengan prinsip 6 tepat, serta ketersediaan pupuk tetap terjaga,” kata Sarwo Edhy.

Sementara itu, Dirut Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat menyampaikan, Pupuk Indonesia didukung anggota holdingnya berusaha menjalankan tugas yang diberikan pemerintah untuk menyalurkan pupuk bersubsidi. Yakni sesuai alokasi yang telah ditetapkan dalam Permentan No. 47/SR.310/11/2018.

“Kami menjamin ketersediaan di daerah-daerah sesuai dengan alokasi dan prinsip 6 tepat, yaitu tepat harga, tepat waktu, tepat tempat, tepat mutu, tepat jenis dan tepat jumlah,” ujar Aas.

Oleh karena itu, Aas memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada distributor dan kios resmi sebagai garda terdepan dalam penyaluran pupuk bersubsidi atas kerjasama yang telah terjalin selama ini.

“Distributor dan kios adalah kunci keberhasilan penyaluran pupuk bersubsidi agar bisa sampai ke tangan petani yang berhak sesuai dengan mekanisme yang ada, yaitu melalui RDKK. Juga tidak diselewengkan ke sektor lain,” kata Aas.

Tercatat, sepanjang 2018, Pupuk Indonesia telah menyalurkan pupuk bersubsidi dengan total 9,34 juta ton hingga ke pelosok Nusantara.

“Berbagai upaya telah dilakukan Pupuk Indonesia, sehingga pupuk dapat diterima oleh petani dan penyalurannya dapat berjalan dengan optimal,” ujarnya.

Dalam penugasannya, kata Aas, Pupuk Indonesia sendiri menetapkan stok sebesar dua kali lipat dari ketentuan atau mencukupi kebutuhan pupuk sebulan ke depan. “Stok tersebut melebihi Permentan yang menetapkan kebutuhan pupuk harus terjaga untuk dua minggu ke depan,” katanya.

Upaya ini dilakukan agar kelangkaan pupuk tidak terjadi dan petani dapat dengan mudah dan cepat menerima pupuk bersubsidi.

“Tercatat pada 26 Februari 2019, stok pupuk bersubsidi Nasional di Lini III (gudang yang berlokasi di kabupaten, red) yaitu sebanyak 1,26 juta ton atau tiga kali stok minimum yang telah ditentukan,” ujarnya.

Dengan jumlah stok tersebut, kata dia, hingga 24 Februari 2019 Pupuk Indonesia telah menyalurkan pupuk bersubsidi sebanyak 1.363.431 ton ke seluruh pelosok negeri.

“Dengan rincian sebanyak 641.694 ton Urea, 144.227 ton SP-36, 137.035 ton ZA, 355.315 ton NPK, dan 85.159 ton Organik. Sedangkan untuk wilayah Jawa Barat sendiri yaitu sebesar 211.788 ton dengan rincian sebanyak 101.006 ton Urea, 31.808 ton SP-36, 10.896 ton ZA, 60.121 ton NPK, dan 7.958 ton Oragnik,” kata dia.

Upaya lain juga dilakukan melalui optimalisasi distribusi, yaitu dengan meningkatkan sistem monitoring distribusi, menambah jumlah tenaga pemasaran di daerah dan juga memperkuat armada transportasi darat dan laut.

Selain itu, sebagai langkah Pupuk Indonesia dalam memastikan pelayanan kepada konsumen, Pupuk Indonesia juga menyediakan layanan pelanggan yang dapat diakses melalui nomor 0800108001 (Toll Free), SMS melalui 082210010081 dan email melalui pemasaran@pupuk-indonesia.com.

“Kami berharap kerjasama yang terjalin dapat terus ditingkatkan lagi dan kami akan selalu berupaya meningkatkan pelayanan kami terutama bagi para petani dalam rangka menjaga ketahanan Pangan Nasional,” ucap Aas.(rls/kb)