PURWAKARTA-Gesekan jelang Musda DPD Partai Golkar kian memanas, dua nama kader Partai Golkar Kabupaten Purwakarta yang siap maju dalam kontestasi perebutan kursi Ketua DPD Partai Golkar Purwakarta memanas.
Isu merebak terkait salah satu kasus yang pernah dijalani oleh Mesakh Supriyadi yang telah mendeklarasikan diri untuk maju di Musda DPD Partai Golkar yang pernah berstatus terdakwa di PN Jakarta Utara kembali diulas, sementara Dias Rukmana Praja yang juga akan maju di Musda DPD Partai Golkar dengan permasalahan di Dewan Etik DPP Partai Golkar setelah dilaporkan oleh dua perempuan Nina Rahmayani dan Naola Sansabila atas dugaan Asusila dan Penipuan yang berakhir dengan Dias melaporkan di Mapolres Purwakarta.
“Harus dilihat secara utuh, jangan setengah saja,” jelas Mesakh Supriyadi saat ditemui Rabu (26/8).
“Semua sudah berkekuatan hukum tetap, mulai dari PN, kemudian Banding di PT dan Kasasi di MA, karena tidak ada kerugian negara seperti yang disebut,” tegasnya.
“Kalau saya bermasalah kok bisa saya menjadi anggota DPRD Purwakarta sampai sekarang dan menjadi pengurus DPD Partai Golkar Jabar,” ucapnya.
“Framingnya gak utuh, kalau hanya untuk menjegal saya dalam kontestasi Musda Partai Golkar, isu yang disebar Framingnya gagal,” pungkasnya. (trg)









