Beranda Headline Perum Jasa Tirta II Tertibkan Pencurian Air dari Kalangan Industri

Perum Jasa Tirta II Tertibkan Pencurian Air dari Kalangan Industri

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) II, Saefudin Noer menyatakan jika PJT II tengah melakukan pengkajian sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk dilakukan pengembangan usaha PJT di sejumlah provinsi.

 

Ia mengungkapkan saat ini PJT II baru mengelola dua DAS yakni Sungai Citarum dan Sungai Ciliwung-Cisadane. Jasa Tirta II sebagai BUMN Pengelola Sumber Daya Air memiliki kewenangan memungut BJPSDA kepada pemanfaat sumber daya air yang dikelola Jasa Tirta II untuk kebutuhan operasi dan pemeliharaan sumber daya air.

Keperluan usaha yang dikenakan biaya BJPSDA adalah PLTA, Industri, PDAM dan Industri dan usaha pertanian di atas 2 liter/detik.

“Di Indonesia terdapat 126 DAS. PJT II saat ini mengelola sebanyak 2 DAS, lalu ada PJT I yang mengelola sebanyak 5 DAS. Sisanya masih banyak DAS yang saat ini belum dikelola untuk dimanfaatkan dengan baik untuk kepentingan masyarakat,” kata Saefudin dalam temu pelanggan di Resinda Hotel, Karawang Selasa (21/5).

Beberapa kajian pun telah dilakukan oleh PJT II, diantaranya adalah kajian yang dilakukan di wilayah Banten, Lampung dan Sumatera Selatan.

“Saat ini masih terus kita lakukan kajian dan pengembangan kajiannya,” katanya.

Persiapan pengembangan PJT II pun dilakukan melihat dengan laju pembangunan 65 bendungan yang saat ini telah dilakukan oleh pemerintah pusat Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

“Yang kita kelola kepentingannya 90 persen untuk lahan pertanian, lalu sisanya itu untuk kebutuhan industri, air minum serta lainnya,” katanya.

Disisi lain, saat ini PJT 2 juga menawarkan kerjasama pengelolaan air limbah kepada sejumlah perusahaan di Karawang. Banyak perusahaan saat ini yang melakukan pengelolaan limbahnya belum maksimal.

“Kondisi sungai Citarum yang terus dicemari menyebabkan kualitasnya terus menurun. Saat ini kita menawarkan kepada perusahaan untuk kerjasama melakukan pengelolaan limbahnya,” katanya.

Tujuan bisnis berwawasan lingkungan itu ditawarkan, agar perusahaan tetap menjaga air limbahnya tidak mencemari Sungai Citarum.

“Kita pun memiliki laboratorium air yang cukup baik,” pungkasnya.(KB)

Komentar Facebook