Beranda Headline Petani Karawang Dihimbau Waspada, Hama Varian Baru Bisa Sebabkan Gagal Panen

Petani Karawang Dihimbau Waspada, Hama Varian Baru Bisa Sebabkan Gagal Panen

KARAWANG-  Di tengah cuaca ekstrim, petani padi di ingatkan agar lebih waspada menjaga pertumbuhan tanamannya. Hal itu wajib di lakukan agar petani bisa mengontrol sekaligus menekan perkembangan virus atau bakteri yang menyerang tanaman.

Di katakan Kepala UPTD Pengelolaan Pertanian Cilamaya Wetan Wasma, selain hama penggerek, wereng batang coklat hingga keresek, terdapat hama varian baru berupa bakteri.

“Ada virus varian baru, yaitu virus berupa bakteri jenis Blas. Gejala awalnya persis keresek, warna daun merah, kalau di diamkan daun bendera akan kering dan berpengaruh terhadap pengisian bulir padi,” katanya.

Baca Juga: Penuh Haru, Muspika Cilamaya Wetan Lepas 3 Stafnya yang Pensiun

Padahal, ucap Wasma, daun bendera yang paling atas memiliki peran paling vital dalam pertumbuhan tanaman padi kedepannya, khususnya dalam pengisian bulir padi.

Jika petani tidak waspada dan kurang melakukan kontrol terhadap tanamannya, bisa di pastikan tanaman padinya tidak akan tumbuh dengan baik. Apalagi menjelang musim gadu seperti sekarang ini.

“Menjelang musim gadu, petani harus waspada, kemarau basah yang banyak mengundang hama penyakit, kersesek blas, wereng coklat hingga penggerek batang. Karena cuaca panas dan hujan ini yang mempercepat perkembangbiakan cendawan maupun virus jamur,” terang Wasma.

Baca Juga: Petani di Karawang Boleh Beli BBM Pakai Jerigen, Tapi Ada Syaratnya

Adapun cara pencegahannya yaitu dengan menggunakan pestisida, itu secara keseluruhannya. Di samping itu para petani harus lebih intens berkoordinasi dan konsultasi dengan para penyuluh pertanian lapangan.

Terlebih penyebaran dan perkembangan virus jenis blas ini sulit di kendalikan dan mudah menyebar. Sampai-sampai, virus ini bukan hanya melalui angin, bisa juga menyebar melalui baju yang di pakai oleh petani.

Baca Juga :   Keren, Unsika Raih Dua Prestasi Bergengsi Level Nasional

“Petani telat ngontrol sehari hingga dua hari saja sudah bahaya. Perkembangan virusnya sangat cepat, petani harus langsung ganti baju sesudah melakukan pencegahan di area yang ada hama blas nya, kalau tidak bisa menyebar ke tanaman lainnya melalui virus yang menempel di bajunya itu,” tutupnya. (Rok)

Artikel sebelumnyaKPUD Gelar Safari ke Parpol, PKB Karawang Jadi yang Pertama Dikunjungi
Artikel selanjutnyaDewan Rizka Ikut Main Volley di Sela Reses