Beranda Headline Polres Karawang Tangkap Lulusan SMP Perakit Senjata Api, Belajar dari Youtube

Polres Karawang Tangkap Lulusan SMP Perakit Senjata Api, Belajar dari Youtube

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Polres Karawang menangkap DS, warga Desa Sabajaya, Kecamatan Tirtajaya. Pria lulusan SMP itu ditangkap karena menjadi pelaku perakitan dan perdagangan senjata api ilegal. DS mengakui, keahliannya merakit senjata api dari youtube. Ia bisa meraup uang Rp 3 juta hingga Rp 15 juta setiap pistol buatannya.

“Perbuatan DS itu bertentangan dengan Undang-undang Darurat No.12 tahun 1951. Kami amankan bersama barang bukti 5 pucuk pistol rakitan jenis revolver dan 1 puncuk senjata api jenis FN,” ujar Kapolres Karawang AKBP Arif Rahman Arifin, ketika konferensi pera kasus tersebut di Mako Polres setempat, Selasa (17/12/2019).

Selain mengamankan DS, lanjut Arif, polisi juga membekuk tiga tersangka lainnya yang terkait dengan pembuatan, peredaran, dan kepemilikan senjata api ilegal tersebut. Mereka adalah AB, warga Desa Medankarya, Kecamatan Tirtajaya, kemudian NS, warga Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, dan YC, warga Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur.

Tersangka AB adalah pemilik airgun yang kemudian meminta dimodifikasi kepada DS menjadi pistol revolver. Saat itu DS hanya diberi imbalan Rp 300 ribu.

Sementara, lanjut Arif, tersangka NS dan YC adalah konsumen sekaligus pemegang senjata rakitan buatan DS. “DS dan AB ditangkap di wilayah Kelurahan Tunggakjati, Kecamatan Karawang Barat, saat bertransaksi sejata ilegal itu. Sedangkan NS dan YC ditangkap di rumahnya masing-masing,” kata Arif.

Dijelaskan, DS memproduksi senjata api ilegal sejak tahun silam berdasarkan pesanan. Berdasarkan pengakuannya, DS sedikitnya telah memodifikasi airgun menjadi pistol sebanyak 12 pucuk.

Konsumen barang terlarang buatan DS itu hingga ke Jakarta. “Sejauh ini kami belum menemukan kasus senjata buatan DS digunakan sebagai alat kejahatan. Namun tetap akan kami dalami lagi,” Kapolres.

Atas perbuatannya itu, para tersangka dijerat Pasal 1 ayat 1 Undang-undang Darurat/1951 dengan ancaman hukumannya seumur hidup atau 20 tahun kurungan. “Saat ini kami sedang mencari para pemilik senjata ilegal lainnya,” pungkasnya. (kb)